Happy 20th

2K 210 31
                                        

Fyi ya...kita balik halu dulu 😅😅

...

Azizi datang ke rumah keduanya dengan tidak bersemangat pasalnya ada hal yang membuatnya seperti sedih tanpa sebab. Mungkin karena hari ini akan menjadi perayaan ulang tahunnya yang terakhir di JKT48 sehingga perasaanya jadi tidak menentu. Antara senang atau sedih entah mana yang lebih dominan. Yang jelas ada sesuatu yang mengganjalnya.

Meski suasana hatinya tidak terlalu baik tapi dirinya harus profesional dan tetap bersemangat untuk show RKJ malam ini. Apalagi banyak sekali juniornya yang menyapa dan memberinya ucapan ulang tahun dan ada juga yang memberikannya hadiah sehingga rasa entah apa itu coba Zee pendam.

Ting!

"Udah sampai maeng?."

Kedua bibir Zee otomatis melengkung ke bawah membaca chat itu. Karena sosok yang mengirimnya pesan itu salah satu alasan ketidaksemangatnya dirinya show hari ini. Karena jadwal berbeda mereka harus rela berbeda acara hari ini.

"Udah meng, kamu gimana?."

Read.

Zee pun tersenyum karena dengan cepat pesan itu di baca.

"Aku baru aja mau otw ke venue. Kamu semangat show nya ya.."

Rasa rasanya Zee ingin terbang sekarang juga menemui Marsha karena merindukan nya.

"Kamu juga. Salam buat Michi hehehehe."

Read.

"Hahahahaha. Iya iya nanti aku sampein. Aku buat Gracie deh."

Terkekeh dahulu sebelum membalas pesan itu.

"Hahahaha...iya iya. Aku jagain dia nanti. Aku mau buat yang nonton tambah salting."

Read

"Jangan ledek aku lagi nanti kalau banyak yang jadiin konten di tiktok loh 😒😒."

"Engga meng. Seru tau buat mereka bahagia. Hahaha."

"Tau ah. Dah sana siap siap."

"Iya iya. Ini udah duduk mau make up. Kamu hati hati yaaa maeng.."

"Iya maeng, kamu juga."

"😘😘😘."

"Genit."

"Balas napa maeng."

"Iya sayang...love you."

"Love you to..😘😘."

Zee memegang dadanya dan terkena sesak nafas dadakan. Marsha kini lebih berani mengungkapkan apa yang ingin dia ungkapkan meski terkadang membuat Zee syok karena jarang sekali seorang Marsha berkata manis seperti itu.

Terlihat Marsha sudah tidak online lagi menandakan manusia itu sudah keluar dari aplikasi chat. Zee pun menaruh ponselnya karena dia harus bersiap.

Bugh!

"Ishh! Bisa yang ramah dikit engga menyapa nya?."
Ujar Zee sewot pada Adel yang baru saja datang tetapi sudah mengajak berkelahi saja.

"Napa sih! Muka cengar cengir daritadi."
Tanya Adel sambil duduk di sebelah Zee.

"Suka suka lah! Kenapa emang? Masalah?."

"Lo lagi engga sakit kan?."
Tanya Adel dengan nada lembut.

"Engga Del. Aman kok."

"Gara gara Marsha ya? Rame tuh di X."

"Engga lah. Ngapain."

One shoot (ZeeSha)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang