Thank's you

2.2K 219 31
                                        

Sinar matahari pagi menyapa semua insan manusia dengan hangatnya. Di tambah semalam hujan turun di langit Jogja membuat embun pun hadir di sela tumbuhan yang ada di halaman sebuah rumah.

Marsha melihatnya. Merasa sangat bahagia melihat pemandangan pagi hari itu dari teras rumahnya. Begitu indah sehingga dia pun memotret beberapa objeknya.

Shani yang baru saja pulang dari pasar menatap Marsha dengan tatapan gemasnya karena Marsha tengah berjongkok mencari posisi yang pas untuk memotret satu bunga yang tumbuh liar di depan rumah.

"Kamu lagi apa, nduk?."

Marsha sedikit kaget dengan kemunculan Shani yang baru pulang dari pasar itu.

"Eh, Mama. Marsha lagi potret bunga sama embun."
Jawab Marsha lekas menaruh ponselnya ke dalam saku. Shani yang melihatnya hanya menggelengkan kepala.

"Biar Marsha bantu bawa masuk ya, Ma?."
Ujar Marsha saat melihat banyak belanjaan yang Shani bawa.

"Iya."

Keduanya pun masuk rumah bersamaan dengan Michi yang baru saja bangun tidur.

"Hey sayang, baru bangun?."
Setelah menaruh belanjaan di meja dapur, Marsha menghampiri sang anak.

"Mama, aus."

"Haus?. Sini minum."

Michi mengikuti sang mama menuju dapur sambil terus mengucek kedua matanya.

"Pagi eyang uti."
Sapa nya pada Shani.

"Pagi juga cucu eyang."

"Ini minum."
Ucap Marsha memberikan segelas air putih.

Setelah minum anak itu hanya duduk sembari mengumpulkan nyawanya.

"Hari ini Zee jadi pulang?."
Tanya Shani pada Marsha.

"Belum tahu, dia belum kasih kabar lagi."
Jawab Marsha sibuk menata gelas di meja.

"Nanti tanyain ya? Mama udah kangen banget sama dia soalnya."

"Iya nanti Marsha tanyain."

"Papa pulang, Ma?."

"Katanya iya kemarin, semoga papa kamu ngga boong."
Jawab Shani.

"Yey!! Papa pulang!."
Girang Michi. Sudah hampir satu bulan papanya belum pulang ke Jogja sehingga dia amat sangat merindukan sosok papanya.

"Kamu udah kangen sama papa kamu?."

"Iya dong. Udah lama ngga ketemu."

"Bener, eyang juga kangen."

Setelah itu Marsha pergi ke kamarnya untuk menelfon Zee. Karena dia harus tahu kapan suaminya tiba.

"Hallo, Sha? Kenapa?."
Jawab Zee dari sebrang sana.

"Kamu jadi pulang?."

"Jadi dong, ini lagi di stasiun."

"Oh, hati hati ya?."

"Iya. Kamu kangen ya sama aku?."

"Ngga. Mana ada."

"Masa? Kalau ngga kangen aku ngga jadi pulang ini."

"Terserah deh. Kalau mau jadi anak durhaka ya monggo ngga usah pulang."

Bip.

Marsha memutuskan panggilan sepihak karena merasa kesal di goda oleh Zee.

Sedangkan di sebrang sana Zee tertawa puas karena berhasil membuat Marsha kesal.

One shoot (ZeeSha)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang