Seventeen

1.2K 152 25
                                        

2023

"Dad! Daddy!! Bangun! Aku laper!."

Bugh!

"Daddy! Ayo bangun! Aku laper."

Guncangan demi guncangan terus Gracie berikan pada Zee yang tertidur di ranjangnya. Bahkan pukulan kecil di bahu Zee pun gadis itu berikan agar Daddy nya cepat terbangun.

Hari sudah beranjak malam dan gadis itu mengeluh lapar. Tanpa Zee, dia tidak akan makan. Itu makanya kini dia mendatangi kamar daddy-nya untuk mengajaknya turun ke bawah.

"Ummm?..."

"Dad?."

Kedua mata Zee terbuka lebar saat melihat sosok yang sangat familiar baginya berada tepat di depan wajahnya. Tentu saja! Dia putrinya!.

"Gracie?."

"Iyalah! Siapa lagi anak Daddy!. Ayo bangun, kita makan malam."
Ajaknya sembari menarik tangan Zee.

"Tunggu..."

"Kenapa?."

"Kok?...Daddy tidur di ranjang? Perasaan di sofa."
Ucap Zee masih dengan kebingungannya.

"Pas aku liat Daddy mau tidur, aku masuk dan minta Daddy buat tidur aja di sini, eh Daddy nurut..makanya Daddy tidur di ranjang. Kenapa sih?."

"Gapapa. Ya udah, Daddy cuci muka dulu nanti nyusul kamu."

"Oke..."

Sepeninggal anaknya, Zee pergi ke ruangan khusus yang dia punya untuk sekedar menyapa sosok yang selalu dia cari di kala suka ataupun duka. Meski hanya sebuah foto, Zee selalu merasa lega bila sudah mencurahkan semuanya di depan foto istrinya itu.

"Jadi itu semua mimpi? Aku ngerasa itu nyata. Dan, aku masih kangen sama kamu. Kalau bisa, dateng lagi ya? Aku kangen."
Ucap Zee menatap foto Marsha.

Zee tersenyum. Entah itu mimpi atau kenyataan, Zee tetap bahagia dan tentunya menantikan hal itu kembali terjadi meski tidak mungkin.

"Kalau aku ceritain ini semua apa yang tadi aku alami, pasti respon kamu akan sangat heboh. Kamu pasti akan banyak bertanya ini dan itu. Dan tentunya kita akan tertawa bersama. Dulu, aki se nakal itu sama kamu ya? Kenapa kamu ngga pernah cerita?."

Setetes air mata keluar dari kelopak mata Zee. Jika dia tidak kembali ke tahun 2000, dirinya tidak akan pernah tahu bahwa dia pernah membully Marsha.

"Padahal aku belum sempat kasih tahu kamu kalau kelak atau nantinya, kita akan menikah. Punya anak juga. Aku baru aja pengen kasih tahu, tapi si Ashel Ashel itu selalu aja rusak semuanya. Aku jadi kesel."

"Sha...udah dulu ya? Anak kamu laper, kita harus kasih panda mini itu makan kan?. Nanti aki kesini lagi...bye sayang."

Zee mengusap foto itu sekilas sebelum akhirnya keluar dan menemui sang anak.

"Kok lama banget?."
Ujar Gracie cemberut.

"Utu utu...panda mini nya papa ngambek ya? Maaf ya?."

"Ish! Ayo makan."

"Iya."

Selama makan bersama anaknya, Zee banyak berfikir. Tentang kejadian yang dia alami. Itu kenyataan atau hanya bunga mimpinya. Jika itu hanya mimpi, dirinya akan merasa sangat sedih.

"Kenapa, Dad? Kok bengong?."

"Gapapa. Cuma lucu aja liat kamu makan."

"Udah biasa juga."

"Iya."

"Oh ya...dad."

"Hem?."

"Boleh ngga aku ke rumah eyang Cindy?."

One shoot (ZeeSha)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang