Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ada sekitar tiga luka baru. Tidak terlalu dalam, hanya garisnya acak-acakan. Jimin tidak menariknya dalam satu tarikan, tapi terbentuk dari beberapa goresan. Giginya mengigit bibir, desisan perih hampir lolos beberapa kali. Tapi Jimin masih kental dalam kesan menikmati. Sebab sampai yang kelima kalinya, masih ada keinginan untuk terus menambah.
Menimpa luka-luka lama dengan yang baru.
Perlahan, cairan merah dari pembuluh-pembuluh darah serabut yang putus keluar. Jimin menyaksikan bagaimana hal itu tampak menyenangkan di matanya. Setiap ia menyeka yang sudah keluar, kemudian yang baru datang lagi. Jimin berpeluh dan gemetar saat melakukannya, tapi begitu melihat hasil dan euphoria yang benar-benar gila, Jimin tidak bisa menghentikan keinginannya.
Tapi suara derit pintu tiba-tiba membuat Jimin panik seketika. Tergesa menarik turun lengan bajunya, dan menyembunyikan bekas-bekas tisu yang ia gunakan. Matanya melihat, Taehyung yang datang, dengan cengiran kotak yang begitu konyol dimatanya.
"Jimin-ah, tolong aku." Satu boxs besar dari benda-benda kecil berantakan yang tidak beraturan tersuguh diatas meja belajar Jimin. Taehyung kembali bicara dengan nada penuh kegelisahan, "Aku membeli barang ini tiga hari yang lalu. Kupikir bisa menyelesaikannya sendiri. Ternyata tidak. Potongannya terlalu banyak."
Brick Lego dinosaurus setinggi 55 Cm. Taehyung membelinya tanpa berpikir dua kali, bahkan ia mencari bentuk yang rumit, yang besar, pokoknya yang tidak bisa selesai dalam seharian penuh sekalipun. Sengaja sekali.
Jimin hanya mengernyitkan alisnya, tidak paham dengan perkataan Taehyung juga benda-benda yang orang itu bawa.
"Kau mau membantuku'kan, Jim?" Sumpah, bagaimanapun caranya. Taehyung harus membuat Jimin mau melakukannya. Usahanya tidak boleh sia-sia.
"Aku tidak mengerti Taehyung. Lebih baik kau keluar dari kamarku." Jimin sedang tidak ingin terlibat perdebatan. Suasana hatinya tidak terlalu buruk sekarang, jadi ia tidak ingin menghancurkan keadaan sanubarinya yang baik-baik saja.
"Bantu aku dulu sebentar, Jim. Kita susun potongan-potongan ini supaya jadi seperti ini." Taehyung menunjuk sampul dari box sebagai contoh.
"Susun saja sendiri, Tae. Itu urusanmu." Tidak mau ikut-ikutan pusing. Jimin mendorong box yang ada diatas mejanya, agar menjauh dari pandangannya.
"Please, Jimin-ah. Bantu aku. Kalau dikerjakannya bersama-sama, cepat selesai nantinya." Taehyung masih berusaha.
"Aku tidak mengerti caranya Taehyung. Sudah pergi sana."
"Aku ajari." Taehyung mengambil lembar petunjuk cara penyusunannya sebentar. Kemudian mengambil beberapa balok brick untuk ia satukan, "Begini caranya, Jim." Taehyung lakukan sekali lagi sebagai contoh, "Mudah'kan."