Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kak Jimin."
"Hm."
"Kak~"
"Hm!"
Sepasang mata Hyun-jun menyipit, secara intens memperhatikan wajah Jimin. Baginya, memang tampak Jimin, tetapi ada yang berbeda, "Kakak." Bulir-bulir keringat tidak henti terus bermunculan, bahkan tampak meluncur di pelipis Kak Jiminnya.
"Apa?" Tanpa mengalihkan fokus, jemari Jimin tetap berkutat diatas selembar kertas bergambar. Mewarnai tiap bagian dalam rangka membantu pekerjaan rumah Hyun-jun.
"Kakak sakit ya?" Karena memang tampaknya begitu, Dimata Hyun-jun kelihatan sesakit itu.
"Tidak."
"Sungguh?" Sulit dipercaya, mata Hyun-jun itu masih normal, belum ada minus-minusnya.
"Cepat warnai ini, supaya cepat selesai." Mengambil pensil warna yang tergeletak diatas meja, memberikan pada tangan Hyun-jun agar dipegang, "Warnai yang ini." Menuntun tangan anak itu agar lebih banyak bekerja daripada bicara.
"Tangan Kak Jimin dingin."
"Karena di luar hujan."
Ya, kemudian hening. Jimin sama sekali tidak tertarik membangun pembicaraan meskipun Hyun-jun kadang menyuarakan celotehan. Tangannya sibuk dan pikirannya pun sama sibuknya. Entah pergi kemana saja yang pasti tidak tentu arah. Meladeni segala pemikiran rancu yang berdatangan.
Jadi baik kelihatannya atau yang tidak kelihatan, Jimin memang benar-benar sibuk, dengan semerawut dirinya sendiri.
"Kak Jimin, bunganya bagus warna apa?"
"Bebas."
Sedang Hyun-jun masih penasaran. Masalahnya ia juga pernah merasakan demam setelah habis kehujanan, banjir keringat dan rasanya dingin tidak karuan.
Didalam pikirannya terus mengatakan kalau, Kakaknya itu tidak baik-baik saja, meskipun Hyun-jun tidak bisa terlalu membedakan dengan pasti secara kasat mata.
Otak anak-anak tidak sampai kesana.
"Kak Jimin." Menarik ujung lengan dari kaos yang Jimin kenakan, meminta sedikit saja atensi sebab sedari tadi ia bicara, Jimin sama sekali tidak meliriknya, "Kalau sakit bilang saja Kak. Nanti Jun yang bilang pada Ibu, kalau Kakak tidak mau bilang sendiri."