Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Super duper sibuk. Siapa lagi kalau bukan Hyun-Jun, si bayi tujuh tahun. Setiap hari ada saja tingkahnya. Larut dalam jiwa extrovert-nya yang kental parah. Sangat berlawanan dengan sifat Jimin, dan disinilah permasalahannya.
Jika saja Hyun-Jun hanya repot dengan dirinya sendiri, Jimin tidak peduli. Tapi yang jadi persoalan, Jimin juga ikut terlibat didalamnya akibat diseret Hyun-Jun yang kekeuh dengan keinginannya.
Jimin tidak jadi objek eksperimen bocah kecil penasaran. Hanya saja ia ditempatkan dalam posisi selayaknya mesin pencarian. Ada saja tanya yang Hyun-Jun ajukan, mulai dari yang masuk akal sampai yang aneh nyeleneh, dari berbobot hingga yang omong kosong saja. Sampai munculnya rasa jengah karena lelah bercuap-cuap tidak ada habisnya.
"Jun-ah, perhatikan saja kecebongmu sendiri. Aku mau masuk kedalam." Bahkan Jimin belum mengganti seragamnya sebab keduluan tarikan Hyun-Jun yang bukan main kuatnya. Masalahnya kalau Jimin kempaskan sekuat tenaga, yang ada Hyun-Jun bisa jatuh dengan kencang. Alhasil ia menurut sejenak meski gondok dalam hati semakin kuat.
"Nanti dulu Kak Jim." Menarik ujung seragam Jimin, dengan wajah memelas, mata yang tampak berbinar-binar, bibir kecil itu bicara, "Kecebong Hyun-Jun ada yang aneh."
Mematikan sekali jurus si kecil, minta dikasihani raut wajahnya. Tapi Jimin, bukan tipe yang mudah menendang dinding kokoh hatinya, "biar saja, itu cuma kecebong."
Perkataan yang Jimin harap mampu membuat Hyun-Jun berhenti merengek dan melepaskan genggaman tangannya pada baju Jimin.
"Nanti kalau mati bagaimana." Sambil melotot-melotot mata Hyun-Jun. Mengadukan gigi, greget dengan jawaban Jimin yang kedengaran tidak peduli.
Dan memang pada nyatanya tidak peduli, "Itu cuma kecebong. Kalau mati tidak ada yang rugi."
"Siapa bilang!" Bersungut-sungut Hyun-Jun.
"Aku." Dengan air wajah datar, Jimin menimpali, "Aku yang bilang barusan. Masalah?" Mendorong tangan Hyun-Jun yang meremat ujung seragamnya, "Lepas."
Sejenak intens melihat Hyun-Jun sebelum akhirnya memutus kontak mata. Melepas segala kemungkinan memberatkan hati tentang perangai anak itu nantinya, 'siapa peduli.' mau Hyun-Jun mengacak-acak kolam ikan Ayahnya karena marah atau membuat kerusuhan lain karena tidak terima, Jimin tidak peduli.
Ia benar-benar lelah menghadapi sikap Hyeon-Gi yang kurang ajar dan sikap Taehyung yang begitu aneh di sekolah. Sedikit tidaknya itu cukup menganggu pikirannya.