Gentingnya

81 16 3
                                        

1783 kata

°•°•°

Raw text, lot of typo.

Koridor rumah sakit terasa begitu sunyi, meski kenyataannya tidak benar-benar sepi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Koridor rumah sakit terasa begitu sunyi, meski kenyataannya tidak benar-benar sepi.

Suara langkah kaki perawat, deru napas tertahan, hingga bunyi monitor dari balik ruang penanganan. Semuanya hadir, namun hanya terdengar seperti gema jauh ditelinga Dokter Mi-Seon dan suaminya—Ayah Hyun-Jun.

Bagi mereka, semua kehampaan dibalut oleh kecemasan yang menggantung.

Berdiri kaku, bersandar pada dinding sisi pintu. Dokter Mi-Seon menggenggam pergelangan tangannya sendiri, berusaha menahan gemetar. Sisa-sisa darah Jimin mengering di sela-sela jarinya.

Ia sudah pernah melihat pasiennya melukai diri sendiri di depan matanya. Tetapi ia tidak pernah menyangka kalau akan melihat hal buruk ini terjadi pada Jimin. Pada seorang remaja yang ia peluk kemarin malam.

Sedang Ayah Hyun-Jun, duduk di kursi besi di tepi lorong. Membungkuk, menutupi wajah dengan kedua tangan.

Kacau sekali, dirinya terus memutar saat-saat ia membuka paksa pintu kamar Jimin. Menemukan anak itu terkulai di lantai dengan darah yang merembes dari luka ditangannya.

Siapa yang tidak panik?

Ia sendiri merasa hampir gila. Karena ini pertama kalinya ia melihat kekacauan semacam ini.

Lalu keheningan tidak bertahan lama, saat tiba-tiba suara derap langkah yang tergesa-gesa menggema—memantul dari dinding ke dinding.

Seseorang tampak berlari dari ujung lorong, jaketnya setengah terbuka, napasnya memburu.

Itu, Taehyung.

Matanya terlihat bergerak liar. Mencari-cari, begitu melihat Dokter Mi-Seon berdiri di depan ruang penanganan. Ia langsung berlari mendekat.

"Apa yang terjadi, Bi? Dimana Jimin?! Dimana Adikku?!"

Dokter Mi-Seon belum sempat menjawab, sebab Taehyung cepat mencengkram erat tangannya.

"Jimin baik-baik saja'kan, Bi? Adikku masih hidup'kan?" Mata Taehyung bergerak panik, gelisah tidak mendapat jawaban secepat yang ia inginkan, "Bibi, Jawab aku!"

Hingga akhirnya membentak, tidak kuasa menahan kecemasan.

Membuat Dokter Mi-Seon menahan napas sejenak, sebelum akhirnya berkata, "Jimin ada di dalam Taehyung. Kami membawanya tepat waktu. Tapi lukanya cukup dalam, dia kehilangan banyak darah." Berusaha menjelaskan setenang mungkin.

Tanpa JedaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang