Upayanya

184 28 0
                                        

1818 Kata

°•°•°

Tujuh tiga puluh, waktu yang ditunjukan oleh jarum pendek dan jarum panjang jam yang berkolaborasi dengan jarum detik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tujuh tiga puluh, waktu yang ditunjukan oleh jarum pendek dan jarum panjang jam yang berkolaborasi dengan jarum detik.

Kantuk yang sebelumnya lekat pada tubuh Jimin sudah menghilang, digantikan pening sebab terlalu lama lelap dalam pejam. Matahari mungkin sudah meninggi, meski tirai jendela kamarnya tidak terbuka. Jimin bisa merasakan suasana yang bukan lagi pagi buta.

Matanya terbuka, remang-remang suasana menyapa. Saat melakukan sedikit peregangan, kakinya tidak sengaja menyenggol sesuatu. Jimin tidak berpikir itu guling sebab tidak ada pergeseran saat tertendang kakinya.

Lantas menoleh kesamping, mendapati gundukan selimut yang membuat matanya terbelalak.

Gilanya, Jimin masih sempat berpikir tidak logis. Ia kira ada hantu dikamarnya sebab selalu gelap. Tapi Jimin melihat ada pergerakan konstan seperti makhluk hidup yang bernapas. Lantas Jimin bangun, mendudukkan diri lalu menyibakkan selimut disampingnya. Saat itu juga, tanpa pikir panjang Jimin langsung memberikan tendangan kencang hingga objek sasarannya jatuh dari atas tempat tidurnya.

"Gempa!" Saking terkejutnya Taehyung langsung bangun secara tiba-tiba, berdiri dengan gaya kuda-kuda. Ekspresi konyol yang disambut tatapan datar dari Jimin membuatnya menyengir. Sadar dengan tingkah anehnya, "Selamat pagi, Brother."

'Taehyung diatas tempat tidurku? Kurang ajar sekali..."Sejak kapan kau disini?" Sebenarnya Jimin ingin lebih marah lagi, tapi masih terlalu pagi. Ia merasa tidak punya banyak tenaga. Tidurnya tidak nyenyak semalam, tenaganya bukan terisi ulang, tapi seperti dikuras.

"Sudah merasa lebih baik?" Mengambil selimut dibawah kakinya. Taehyung kembali menaiki tempat tidur, dengan tangan yang mendekat kearah dahi Jimin, "Coba aku periksa."

"Menjauh dariku." Tentu saja dengan sigap Jimin langsung menepisnya, "Kau tidur disini semalam?" Sebab yang Jimin ingat hanya, sakit kepala dan sesak napas yang menggila.

"Keran di kamar mandiku macet, jadi aku pinjam kamar mandimu tadi. Lalu aku kedinginan, sekalian kupinjam juga selimut dan tempat tidurmu. Cuma sebentar Jim. Aku baru tidur sepuluh menit yang lalu." Mulus sekali, Taehyung sendiri tidak menyangka ia bisa berbohong selancar itu. Mengarang alasan secepat tadi. Padahal semalaman suntuk Taehyung habiskan dengan memeluk Jimin yang terus mengigau dan mengigil sebadan-badan.

Mata Jimin menelisik tajam. Tidak langsung percaya dengan penjelasan yang Taehyung tuturkan. Tapi memang, Jimin tidak ingat kalau ada Taehyung di kamarnya semalam. Jadi, ia pikir yang Taehyung katakan benar.

Tanpa JedaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang