Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Berdiri di hadapan sebuah lemari pakaian. Menatap benda itu selama beberapa saat. Lalu kepala Dokter Mi-Seon secara spontan memutar kembali perkara semalam—saat hujan sedang gencar-gencarnya berjatuhan membasahi bumi, melibatkan kilat, guntur, dan angin kencang yang membuatnya menakutkan—bagi Jimin.
Pakaian yang terlipat di bagian bawah lemari, berantakan. Akibat tindakan Jimin yang diluar dugaan Dokter Mi-Seon semalam.
Taehyung tidak pernah mengatakan apapun soal tingkah Jimin yang satu itu, jadi Dokter Mi-Seon sejenak berpikir, "Apa Jimin baru melakukannya akhir-akhir ini?" Entahlah, tetapi ia lumayan terkejut.
"Jimin." Langkahnya tergesa-gesa mendatangi kamar Jimin. Tidak mengetuk daun pintu lebih dulu. Ia langsung memutar gagang pintu, mendorongnya agar terbuka, hingga ia bisa masuk.
Tapi siapa sangka, keadaan di dalam kamar kosong. Sunyi, seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan.
Dan khawatirnya Dokter Mi-Seon bertambah.
Meskipun ia adalah seorang psikiater, bukan berarti pikirannya bisa luput dari dugaan-dugaan negatif yang memancing rasa cemas. Tetap saja, hal itu juga bisa terjadi padanya.
"Jimin-ah." Mendorong pintu kamar mandi, tidak ada. Tidak ada Jimin disana.
Lalu kemana kiranya anak itu pergi?
Apa mungkin ke lantai bawah, ke dapur?
Untuk itu Dokter Mi-Seon pergi kesana. Mencari disekitaran dapur, lalu melihat sejenak ke taman belakang lewat kaca. Memindai apakah mungkin Jimin ada di luar. Tetapi agaknya itu sedikit tidak masuk akal. Kalau Jimin takut pada hujan yang lebat disertai petir, mana mungkin anak itu dengan suka rela pergi keluar.
Karena lumrahnya, saat seseorang ketakutan. Ia akan memilih bersembunyi, dibanding berlari-sebab itu hanya untuk yang berani mengambil risiko tinggi saja.
"Jimin-ah." Di kamar mandi dapur juga tidak ada.
Hanya ada kesunyian, yang bertemakan suara hujan.
"Ada apa Seon-ah?" Ya, itu suara dari suaminya. Yang datang sambil mengucek mata. Terbangun kan akibat suara dari istrinya yang terus memanggil nama Jimin berkali-kali.