Absurditasnya

82 14 1
                                        

1070 Kata

°•°•°

Ingin mengalir seperti air, yang melewati sela-sela dedaunan diatas pohon yang rindang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ingin mengalir seperti air, yang melewati sela-sela dedaunan diatas pohon yang rindang. Mereka—Air yang datang dari langit, terlihat ringan, netral, semacam tampak tipis tak ada beban. Melihatnya saja cukup membuat hati tenang, mendatangkan buaian lamunan. Pagi hari tanpa matahari, ya sekiranya itu yang Jimin dapatkan hari ini saat matanya terbuka setelah bertempur dengan kegelisahan dihampir setiap malam.

"...Persaudaraan adalah cinta tanpa pamrih. Kepedulian dan rasa hormat adalah sebuah keuntungan..."

Sialnya, hal semacam itu harus ikut menyambangi saat Jimin merasa lamunannya baik-baik saja. Semua yang awalnya mengangankan hal positif berubah menjadi berat begitu perkataan demi perkataan mendadak melintas.

Tidak diundang, mereka—semua perkataan memusingkan itu datang tanpa diundang.

"...Kau akan benar-benar mengerti saat apa yang kau miliki benar-benar pergi..."

"Menjaga apa yang ada digengaman mu itu penting, Jim. Supaya Kau tidak menyesalinya nanti."

Lagipula ada apa dengan semua orang? Kenapa juga setiap harinya Jimin selalu ada Taehyung yang masuk dalam kesehariannya. Entah itu dari pembahasan orang lain, atau secara personal tertuju padanya, ataunya lagi yang tiba-tiba terlintas dalam benak Jimin begitu saja.

Tidak ada seharipun tanpa Taehyung, jadi tidak ada sehari pun kata damai untuk Jimin.

Karena jangankan untuk dekat dengan presensi itu, bahkan melibatkan namanya saja dalam sebuah pembicaraan dalam hidup Jimin sudah cukup membuatnya tidak tenang. Sangat sulit untuk menganggap hal tersebut aman untuk dibicarakan dan didengar atau dipikirkan olehnya.

Karena setiap ada nama Taehyung. Jimin selalu berakhir kacau didalam pertarungan pikirannya sendiri. Karena hanya perkara Taehyung, yang mampu membuat seluruh kenangan menyakitkan yang Jimin punya datang untuk menyerang.

Tanpa tanggung-tanggung, bertubi-tubi tanpa kenal bergiliran.

Bahkan sekarang, Jimin tersangkut dalam simpulan rumit pikiran ketika, ucapan Yoo-Jun ikut ambil bagian.

"Tahu tidak? Kak Taehyung hampir menyerah dan akan benar-benar menyerah."

Sampai sekarang Jimin tidak pernah tahu maksud dari ucapan Yoo-Jun—Adiknya Beom-Jin teman Taehyung.

Dirinya tidak tahu pasti alasan bocah itu mengatakan hal tersebut padanya, dengan cara bisik-bisik pula, membuat Jimin yang saat itu merasa terintimidasi dengan tatapannya, semakin dibuat merinding.

Tanpa JedaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang