17 tahun telah berlalu sejak Pitaloka, istri tercinta Gumara Peto Alam, diculik secara misterius. Gumara, yang masih terpukul oleh kehilangan istrinya, berjuang keras untuk menemukan Pitaloka namun selalu menemui jalan buntu. Kehidupan Gumara kini h...
Wiwit duduk di atas ranjangnya, wajahnya pucat dan penuh peluh. Ia memegangi perutnya dengan kedua tangan, raut wajahnya menahan rasa sakit yang tiba-tiba muncul. Suara rintihannya terdengar pelan namun memilukan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Apa ini... kenapa lagi-lagi sakit ini muncul kembali..." ucap Wiwit merintih pelan.
Ia berusaha bangkit, namun tubuhnya terasa lemas. Pandangannya melayang ke sekeliling kamar yang kosong dan sunyi.
" Ini pasti ada yang tidak beres... tapi apa?" ucap Wiwit berbisik dengan nada ketakutan.
Wiwit menggigit bibirnya, mencoba menahan rasa sakit yang semakin intens di perutnya. Tangannya gemetar, seolah ada sesuatu yang menekan tubuhnya dari dalam. Lampu di kamar tiba-tiba berkelap-kelip. Sebuah bayangan samar melintas cepat di sudut ruangan, membuat Wiwit terlonjak ketakutan.
" Siapa?! Ada orang di sini?" ucap Wiwit berteriak panik.
Tidak ada jawaban. Hanya kesunyian yang menjawab. Wiwit merasa dadanya semakin sesak, seperti ada kekuatan tak kasat mata yang menghimpitnya. Ia memeluk tubuhnya sendiri, bergoyang pelan di atas ranjang, mencoba menenangkan diri meskipun sia-sia.
" Tidak... tidak mungkin. Ini pasti bukan teluh... aku hanya sakit biasa... ini hanya kebetulan..." ucap Wiwit menangis kecil.
Namun pikirannya terus dipenuhi ketakutan, membayangkan dosa dan rahasianya yang perlahan-lahan kembali menghantuinya. Dari luar kamar, terdengar suara angin yang berdesir aneh, seperti bisikan halus yang tak dapat dipahami. Wiwit semakin gemetar, merasakan aura tak wajar di sekitarnya.
" Berhenti! Jangan ganggu aku!" ucap Wiwit menjerit kecil, memegangi perutnya lebih erat.
Seketika, rasa sakit di perutnya menghilang begitu saja, meninggalkan Wiwit yang terengah-engah, bingung, dan ketakutan. Ia menatap kosong ke depan, tubuhnya masih gemetar hebat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Apa... apa yang sebenarnya terjadi padaku?" ucap Wiwit berbisik lemah.
Suasana kamar kembali sunyi, namun ketakutan Wiwit masih jelas tergambar di wajahnya. Ia tahu ada sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi, namun ia tidak berani mengakui apa yang sebenarnya ia khawatirkan.