48

823 60 25
                                        

INT. RUMAH DATUK ABU - DESA KUMAYAN - PAGI

Matahari pagi mulai menembus celah-celah jendela rumah kayu, memberikan sedikit kehangatan pada ruangan yang dipenuhi dengan aura serius. Di tengah ruangan, Wiwit terbaring di atas tikar anyaman pandan, wajahnya pucat dan tubuhnya tampak lemah. Gumara duduk di sampingnya, menggenggam tangan istrinya dengan erat, memberikan dukungan tanpa henti. Di sudut ruangan, Datuk Tunggal duduk bersila. Di hadapannya terdapat mangkuk besar berisi air yang telah diberkahi dengan doa-doa, dan beberapa dedaunan yang diletakkan di atas nampan. Aura kharismatiknya membuat suasana terasa khidmat.

Tidak hanya Datuk Tunggal, ruangan itu juga dihadiri oleh Rajo Langit dan istrinya, Ratna, yang dikenal sebagai pembuat ramuan penyembuh terbaik di desa. Ratna memegang wadah berisi ramuan herbal, sementara Rajo Langit berdiri di sisinya dengan tatapan penuh keyakinan. Humbalang, seorang pria berperawakan tegap, berdiri di dekat pintu, berjaga dengan penuh kewaspadaan serta istrinya Farah. Sementara itu, Datuk Abu dan Bu Puspa duduk tak jauh dari sana, mengamati proses pembersihan dengan hati yang penuh doa. Nina, gadis muda yang membantu Bu Puspa, berdiri di belakang mereka dengan tangan terlipat di depan dada, wajahnya mencerminkan rasa khawatir.

" Kekuatan teluh ini tidak main-main, Datuk Abu. Tetapi dengan kehendak Yang Maha Kuasa, kita akan coba menghilangkannya dari tubuh Wiwit." ucap Datuk Tunggal dengan nada tenang namun tegas.

" Datuk, semoga ramuan ini akan membantu memperkuat tubuhnya, sehingga proses pembersihan dapat berjalan lebih lancar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Datuk, semoga ramuan ini akan membantu memperkuat tubuhnya, sehingga proses pembersihan dapat berjalan lebih lancar." ucap Ratna mendekat, menyerahkan ramuan herbal kepada Datuk Tunggal.

Datuk Tunggal mengangguk, lalu mulai memercikkan air berkah ke tubuh Wiwit sambil melantunkan doa-doa dalam bahasa kuno. Gumara menggenggam tangan Wiwit semakin erat, matanya tak lepas dari istrinya yang tampak tak sadarkan diri.

" Bertahanlah, Wiwit. Saya ada di sini terus bersama kamu." ucap Gumara dengan suara pelan.

" Datuk, Saya akan memulainya sekarang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Datuk, Saya akan memulainya sekarang." ucap Rajo Langit membantu Datuk Tunggal.

" ucap Rajo Langit membantu Datuk Tunggal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
WATTPAD VERSION : 7 MANUSIA HARIMAU NEW GENERATIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang