17 tahun telah berlalu sejak Pitaloka, istri tercinta Gumara Peto Alam, diculik secara misterius. Gumara, yang masih terpukul oleh kehilangan istrinya, berjuang keras untuk menemukan Pitaloka namun selalu menemui jalan buntu. Kehidupan Gumara kini h...
Suasana malam di Desa Hutan Mati terasa mencekam. Angin dingin berhembus, menggoyangkan pepohonan kering yang seolah berbisik. Para warga tampak panik, beberapa di antaranya berlari menuju halaman rumah masing-masing. Sebuah suara dol, alat musik khas Bengkulu, menggema begitu keras hingga menembus malam yang sunyi. Suaranya tidak biasa terdengar seperti jeritan yang menyayat telinga, membuat semua orang menutup telinga mereka dengan wajah ketakutan. Key, Risa, Dania, Siska, Adinda, dan Jena, mereka berkumpul di dekat sebuah rumah tua. Mereka juga mendengar suara itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Key, kamu dengar kan? Suara aneh ini makin keras... Ini nggak wajar." ucap Risa gelisah.
" Iya, aku dengar. Tapi... itu dari mana, ya?" ucap Key menatap jauh.
Key mulai melangkah menjauh, matanya penuh rasa ingin tahu.
" Key, jangan pergi! Ini bahaya." ucap Risa mencegah.
" Justru karena bahaya, kita harus tahu. Kalau nggak ada yang mencari tahu, bagaimana kita bisa aman?" ucap Key berbalik, tegas.
" Ini anak memang keras kepala banget. Key, tunggu!." seru Risa mengejar.
Tanpa mendengarkan protes lebih lanjut, Key mempercepat langkahnya, meninggalkan teman-temannya yang masih berdiri dengan cemas. Risa menatap punggung Key dengan kekhawatiran, tapi tidak berani mengejarnya. Suara dol semakin keras, bergema seakan berasal dari dalam hutan gelap yang menyelimuti desa. Key melangkah lebih jauh, menerobos kegelapan yang penuh misteri, rasa penasarannya mengalahkan ketakutannya.
...
EXT. HUTAN KUMAYAN - MALAM
Di tengah malam yang pekat, Shakti, tengah berjalan menyusuri jalan setapak di Hutan Kumayan. Suara daun kering yang terinjak kakinya bergema, menambah kesunyian yang mengintimidasi. Tiba-tiba, suara dol yang begitu keras dan tajam mengiris keheningan malam, membuat Shakti terhenti. Ia menutup telinganya dengan kedua tangan, namun suara itu masih terasa mengguncang kepalanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Apa-apaan ini? Dari mana suara ini berasal?" ucap Shakti berbisik pada dirinya sendiri.
Mata Shakti menyapu sekelilingnya, mencari tanda-tanda kehidupan di tengah kegelapan. Namun, hanya kegelapan pekat dan bayangan pepohonan yang mengelilinginya. Didorong rasa penasaran yang begitu kuat, Shakti memutuskan untuk mencari tahu. Ia berjalan lebih dalam ke dalam hutan, setiap langkahnya terasa semakin berat seiring suara dol yang terus berdentum.