31

991 47 7
                                        

EXT. DESA TIGA PANGGUNG - MALAM

Perjalanan Alina, Shakti, Alam, dan teman-teman lainnya berhenti tepat di depan pintu gerbang Desa Tiga Panggung. Cahaya lampu jalan yang temaram menyambut mereka, menciptakan suasana hangat meskipun malam sudah cukup larut. Seorang warga desa, Pak Wiryo, berdiri di depan gerbang. Ia tersenyum ramah, melambai ke arah rombongan yang baru tiba.

" Selamat datang di Desa Tiga Panggung! Kalian pasti lelah dari perjalanan jauh. Mari, saya antar kalian ke rumah kepala desa kami." ucap Pak Wiryo bersemangat.

" Desanya terasa damai sekali. Jauh dari bayanganku tentang pedesaan terpencil." ucap Alina terlihat kagum.

" Dan jauh lebih nyaman dibanding cerita seram soal Desa Hutan Mati yang tadi kudengar di perjalanan." ucap Shakti sambil melirik ke arah Alina.

Beberapa teman lain tertawa kecil, tetapi Alam hanya tersenyum tipis, tampak lebih waspada.

" Namun, kita tetap harus berhati-hati. Terkadang, tempat yang terlihat aman bisa menyimpan rahasia yang tidak terduga." ucap Alam berbisik pelan kepada Shakti.

Pak Wiryo mempersilahkan mereka untuk mengikuti langkahnya. Desa Tiga Panggung tampak sederhana, dengan rumah-rumah kayu yang berjajar rapi. Warga yang masih terjaga menyambut dengan hangat, melambaikan tangan dari teras rumah masing-masing.

" Desa ini memang dikenal aman, berbeda dengan desa-desa di sekitarnya. Tapi ingat, tetaplah bersama rombongan kalian, terutama kalau pergi menjelajah. Hutan di sekitar desa ini masih cukup liar." ucap Pak Wiryo.

Rombongan berjalan melewati beberapa rumah menuju tempat menginap mereka, rumah kepala desa. Alina melihat sekitar dengan rasa ingin tahu, sementara Shakti terlihat lebih tenang namun tetap waspada.

" Aku punya firasat baik tentang tempat ini. Semoga semuanya berjalan lancar selama kita KKN di sini." ucap Alina berbisik kepada Shakti.

" Kita lihat saja nanti. Tapi tetap siapkan diri kau untuk hal yang tak terduga, Lin." ucap Shakti tersenyum kecil.

Pak Wiryo berhenti di depan sebuah rumah kepala desa Tiga Panggung, Pak Jayadi. Lampu di dalam rumah menyala hangat, memberi kesan nyaman dan ramah.

" Ini rumah Pak Jayadi, tempat kalian menginap. Semoga kalian betah di sini. Kalau ada apa-apa, jangan ragu untuk meminta bantuan Pak Jayadi, saya atau warga lainnya." ucap Pak Wiryo.

Pak Jayadi, seorang pria paruh baya dengan wajah ramah, menyambut mereka di depan rumahnya. Ia mengenakan pakaian khas bengkulu dan senyumnya menunjukkan ketulusan.

" Selamat datang, anak-anak semua. Maaf ya kalau tempatnya sederhana. Maklum, rumah di desa memang seperti ini." ucap Pak Jayadi sambil menjabat tangan mereka satu per satu.

" Terima kasih, Pak Jayadi. Justru kami yang merasa beruntung bisa disambut seperti ini." ucap Alina tersenyum, merasa terharu oleh sambutan hangat itu.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
WATTPAD VERSION : 7 MANUSIA HARIMAU NEW GENERATIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang