43

798 52 5
                                        

INT. KAMAR HOSTEL KEY & RISA - MALAM

Kamar hostel tampak berantakan dengan kertas berserakan di meja dan lantai. Laptop-laptop menyala, memancarkan cahaya biru ke wajah-wajah yang terlihat serius. Risa, Dania, Siska, Adinda, dan Jena masih sibuk dengan tugas mereka.

" Ada yang bisa bantuin aku cek data ini nggak? Aku takut salah input." ucap Jena masih menatap layar laptop.

" Bentar, aku lihat." ucap Dania meraih kertas di depannya.

Sementara itu, Risa mulai gelisah. Ia menatap pintu kamar hostel dengan cemas, menggigit bibirnya. Sesekali ia melirik jam di ponselnya.

" Key, kamu ke mana sih?" ucap Risa setengah berbisik, pada dirinya sendiri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Key, kamu ke mana sih?" ucap Risa setengah berbisik, pada dirinya sendiri.

Adinda menyadari perubahan ekspresi Risa dan menoleh ke arahnya.

" Risa, kamu kenapa? Kelihatan nggak tenang dari tadi." ucap Adinda berhenti mengetik.

" Key. Dia belum balik dari tadi. Kan cuma beli makanan doang, tapi sampai sekarang belum ada kabar." ucap Risa sambil menghela napas.

" Mungkin dia ketemu sama teman atau singgah ke tempat lain?" ucap Siska melihat ke arah Risa.

" Tapi biasanya dia selalu kabarin aku kalau ada apa-apa." ucap Risa geleng kepala, ragu.

" Mungkin sinyalnya jelek. Jangan terlalu khawatir dulu." ucap Jena berusaha menenangkan.

Tapi Risa tetap gelisah. Ia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mondar-mandir di kamar.

" Kalau sampai lima menit lagi dia nggak balik, aku bakal nyari dia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Kalau sampai lima menit lagi dia nggak balik, aku bakal nyari dia." ucap Risa dengan suara lebih pelan, hampir bergumam.

Dania menatap Risa dengan prihatin, lalu menoleh ke yang lain.

" Kayaknya Risa bener-bener khawatir sama Key." ucap Dania berbisik ke Siska.

" Iya. Mereka kan sahabatan dekat." ucap Siska mengangguk pelan.

Ketegangan semakin terasa. Sementara itu, laptop-laptop tetap menyala, tapi perhatian semua orang mulai teralihkan dari tugas mereka ke rasa cemas yang dirasakan Risa.

WATTPAD VERSION : 7 MANUSIA HARIMAU NEW GENERATIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang