75

1.3K 60 22
                                        

...

Baskara menyandarkan tubuhnya sedikit ke belakang, menatap Pitaloka dengan sorot mata penuh rasa ingin tahu. Ia memiringkan kepalanya, mencoba memahami keputusan sahabatnya itu.

" Kalau memang kamu sudah bertemu dengan Sekar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Kalau memang kamu sudah bertemu dengan Sekar... kenapa kamu masih memilih tinggal di hostel? Kenapa tidak tinggal bersama kedua orang tua kamu, Pita? Bukankah mereka pasti ingin bertemu dengan kamu setelah sekian lama?" ucap Baskara dengan nada penasaran, namun tetap lembut.

Pitaloka menundukkan pandangannya, memainkan jari-jarinya dengan gelisah. Sejenak ia terdiam, seolah menimbang-nimbang apakah ia harus mengungkapkan kebenaran yang selama ini ia sembunyikan.

" Sebenarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Sebenarnya...Aku... belum menemui mereka, Bas." ucap Pitaloka suara pelan, hampir seperti bisikan.

Baskara mengerutkan keningnya, jelas terkejut dengan jawaban itu.

" Belum menemui mereka? Maksud kamu... jadi, selama ini kamu masih bersembunyi dari keluarga kamu?" ucap Baskara dengan nada terkejut.

Pitaloka mengangguk pelan, sorot matanya kosong, seperti menahan banyak emosi yang tak terucapkan.

" Ya... aku masih bersembunyi dari semua orang di Kumayan. Mereka semua mengira aku telah tiada, dan aku belum siap untuk kembali. Hanya Sekar yang tahu aku ada disini, selain dia... hanya Farah." ucap Pitaloka menghela napas panjang, berusaha menjelaskan.

Baskara menatap Pitaloka dengan perasaan campur aduk. Ada keprihatinan, ada kebingungan, dan ada juga sedikit kekecewaan.

" Pitaloka... mereka pasti sudah cukup lama merindukan kamu. Kenapa kamu masih memilih untuk tetap bersembunyi? Apa yang sebenarnya kamu takutkan?" ucap Baskara dengan lembut namun tegas.

Pitaloka menggigit bibirnya, menatap keluar jendela seakan mencari jawaban di luar sana.

" Aku takut... Aku takut jika kehadiranku hanya akan membawa masalah baru untuk mereka. Aku takut melihat kekecewaan di mata mereka. Setelah apa yang terjadi, setelah bertahun-tahun aku menghilang... apakah mereka masih bisa menerimaku kembali?" ucap Pitaloka suara lirih, penuh luka lama yang kembali muncul.

WATTPAD VERSION : 7 MANUSIA HARIMAU NEW GENERATIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang