115

877 53 9
                                        

INT. RUANG PERAWATAN - RS HARAPAN - MALAM

Tidak lama setelah Wiwit pergi, keheningan masih menyelimuti ruangan. Semua orang masih terdiam, seolah masih terjebak dalam perasaan campur aduk akibat kejadian barusan. Namun, tiba-tiba terdengar suara lemah dari tempat tidur.

 Namun, tiba-tiba terdengar suara lemah dari tempat tidur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Ibu... Ayah..." ucap Key lemah, lirih.

Pitaloka yang sedari tadi masih duduk di tepi tempat tidur langsung tersentak. Matanya melebar melihat kelopak mata Key yang perlahan terbuka.

 Matanya melebar melihat kelopak mata Key yang perlahan terbuka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Sekar... Nak...!" ucap Pitaloka terharu, penuh harapan.

Gumara yang baru saja menundukkan kepala karena emosinya terhadap Wiwit langsung tersentak. Ia bergegas mendekati ranjang Key, matanya mulai berkaca-kaca.

 Ia bergegas mendekati ranjang Key, matanya mulai berkaca-kaca

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Sekar... kamu sudah sadar, Nak?" ucap Gumara terkejut, bahagia.

Semua orang yang ada di ruangan langsung berdiri, wajah mereka penuh kebahagiaan. Datuk Abu, Bu Puspa, Karina, Farah yang masih berada di sana langsung mendekat ke ranjang dengan perasaan haru. Key mengerjapkan matanya beberapa kali, masih terlihat lemah, namun senyum kecil terukir di bibirnya saat melihat kedua orang tuanya berada di sisinya.

" Ibu... Ayah... Aku di mana?" ucap Key lirih, tersenyum lemah.

Pitaloka segera menggenggam tangan Key, menciuminya penuh kasih sayang. Air matanya jatuh, namun kali ini bukan karena kesedihan, melainkan kebahagiaan yang luar biasa.

WATTPAD VERSION : 7 MANUSIA HARIMAU NEW GENERATIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang