77

1K 61 16
                                        

EXT. PERJALANAN MENUJU DESA KUMAYAN - PAGI

Suasana pagi yang sejuk menyelimuti desa Kayu Lima saat Key memulai perjalanannya menuju desa Kumayan. Jalanan yang berkelok dan dikelilingi pepohonan hijau memberi kesan damai pada perjalanan Key. Ia berjalan kaki dengan hati penuh kecemasan. Matanya sesekali melirik ke kiri dan kanan, memandang pemandangan alam yang indah, namun hatinya tetap terfokus pada tujuan utamanya, rumah kakek Abu dan nenek Puspa. Key tahu bahwa ia harus memberitahu neneknya tentang keberadaan ibunya yang selama ini tersembunyi, dan ia merasa tak bisa menunggu lebih lama lagi. Dengan perasaan campur aduk, Key terus melangkah, memikirkan bagaimana reaksi neneknya nanti saat mengetahui kebenaran yang selama ini tersembunyi. Ia tahu ini bukan hal yang mudah, namun Key merasa sudah waktunya untuk memberitahukan semuanya. Key menghela napas panjang, berharap pertemuannya dengan neneknya kali ini akan memberikan jalan untuk segala kebingungannya. Dengan semangat yang sedikit gugup, ia melanjutkan perjalanan menuju desa Kumayan.

...

INT. TERAS RUMAH DATUK ABU - PAGI

Key menunggu di teras rumah, sedikit cemas menanti jawaban dari pintu yang terkunci. Ia menatap jalan setapak yang sepi, berharap kakek dan neneknya segera pulang. Sambil menunggu, Key duduk di bangku kayu yang terletak di depan rumah, perasaannya campur aduk. Tidak lama kemudian, ia mendengar suara langkah kaki dari arah ujung jalan. Key menoleh dan melihat neneknya, Bu Puspa, yang datang berjalan perlahan dengan keranjang di tangannya. Saat mata mereka bertemu, Key berdiri dengan cepat, menyambut kedatangan neneknya. Keranjang di tangan neneknya masih terlihat penuh dengan hasil ladang yang baru dipetik. Key mengamati neneknya yang tampak lelah setelah perjalanan panjang, namun tetap tersenyum saat melihatnya.

" Nenek habis dari mana?" tanya Key dengan lembut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Nenek habis dari mana?" tanya Key dengan lembut.

Bu Puspa meletakkan keranjang di sampingnya dan tersenyum.

" Nenek baru saja pergi ke ladang, mengirimkan makanan untuk kakekmu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Nenek baru saja pergi ke ladang, mengirimkan makanan untuk kakekmu. Dia pasti sedang sibuk disana," ucap Bu Puspa dengan suara tenang dan penuh kasih.

Key kembali mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah, mencari sosok ibunya, Wiwit, serta ayahnya, Gumara. Namun, tak satupun dari mereka terlihat. Raut wajahnya masih penuh kecemasan, hingga akhirnya Bu Puspa angkat bicara, mencoba menjelaskan situasi yang sebenarnya.

WATTPAD VERSION : 7 MANUSIA HARIMAU NEW GENERATIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang