17 tahun telah berlalu sejak Pitaloka, istri tercinta Gumara Peto Alam, diculik secara misterius. Gumara, yang masih terpukul oleh kehilangan istrinya, berjuang keras untuk menemukan Pitaloka namun selalu menemui jalan buntu. Kehidupan Gumara kini h...
Mentari pagi mulai menyorot dari balik jendela dapur. Aroma sedap dari masakan yang tengah disiapkan memenuhi udara, menciptakan suasana hangat dan damai di dalam rumah Datuk Abu. Di dapur, Pitaloka, Bu Puspa, dan Nina sibuk menyiapkan sarapan. Bu Puspa berdiri di dekat tungku, mengaduk sup di dalam periuk, sementara Nina membantu memotong sayuran. Pitaloka, yang sudah lama tidak merasakan momen seperti ini, tersenyum tipis. Tangannya lincah mengiris bawang merah, namun pikirannya melayang jauh, ia tidak menyangka bahwa dirinya bisa kembali ke rumah ini dan menjalani hari-hari seperti dahulu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Pita, Tolong ambilkan Ibu garam di rak sebelah sana." ucap Bu Puspa suara lembut.
Pitaloka tersadar dari lamunannya.
" Baik, Ibu." ucap Pitaloka tersenyum.
Ia berjalan menuju rak, mengambil garam, lalu memberikannya kepada ibunya. Nina, yang sejak tadi memperhatikan Pitaloka, tersenyum jahil.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Pitaloka sekarang seperti ibu rumah tangga sejati, ya?" ucap Nina suara menggoda.
Pitaloka tertawa pelan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Mungkin karena sudah tujuh belas tahun aku tidak merasakan memasak bersama keluarga." ucap Pitaloka sambil tersenyum.