102

790 67 7
                                        

EXT. HUTAN KUMAYAN – MALAM

Cahaya portal perlahan memudar, meninggalkan kesunyian di tengah rimbunnya pepohonan Hutan Kumayan. Key terduduk lemas di atas tanah, tubuhnya masih gemetar setelah terlempar dari dunia siluman. Napasnya memburu, matanya membesar saat ia menoleh ke belakang.

Namun, yang ia lihat hanyalah kegelapan malam. Portal itu sudah menghilang.

 Portal itu sudah menghilang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Nggak... Nggak... Ibu! Ayah!" ucap Key terengah-engah, terkejut.

Air mata mulai menggenang di matanya. Ia mencoba merangkak mendekati tempat portal tadi berada, tangannya menggapai udara kosong, seolah masih berharap bisa masuk kembali.

" Nggak! Ibu!! Ayah!! Kembalilah! Tolong...!" ucap Key menangis histeris. 

Suara tangisnya menggema di tengah hutan yang sunyi. Dada Key terasa sesak, seolah ada lubang besar yang baru saja terbuka di hatinya. Tangannya menggali tanah, mencoba mencari jejak apa pun yang bisa membawanya kembali. Namun, tidak ada. Mereka sudah pergi.

Key menundukkan kepalanya, bahunya berguncang hebat.

" Mereka... meninggalkan aku..." ucap Key berbisik, dengan suara putus asa.

Angin malam berhembus dingin, menggoyangkan dedaunan di sekelilingnya. Dalam kesedihannya, Key merasa sangat sendirian. Bayangan ibunya yang tersenyum dan ayahnya yang selalu melindunginya berkelebat dalam pikirannya.

Kemudian, langkah kaki mendekat dari arah belakang.

Kemudian, langkah kaki mendekat dari arah belakang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Sekar!" ucap Datuk Lebai Karat memanggil cemas. 

Key tidak langsung menoleh. Suaranya terdengar begitu jauh dibandingkan gemuruh emosinya yang masih berkecamuk. Beberapa saat kemudian, sepasang tangan kokoh memegang bahunya. Datuk Lebai Karat dan Datuk Abu berlutut di sampingnya, wajah mereka dipenuhi kecemasan.

 Datuk Lebai Karat dan Datuk Abu berlutut di sampingnya, wajah mereka dipenuhi kecemasan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
WATTPAD VERSION : 7 MANUSIA HARIMAU NEW GENERATIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang