17 tahun telah berlalu sejak Pitaloka, istri tercinta Gumara Peto Alam, diculik secara misterius. Gumara, yang masih terpukul oleh kehilangan istrinya, berjuang keras untuk menemukan Pitaloka namun selalu menemui jalan buntu. Kehidupan Gumara kini h...
Semua orang masih terdiam setelah kepergian Pitaloka dan Gumara. Suasana terasa tegang, terutama setelah pernyataan yang disampaikan oleh Bu Ratih dan Wiwit tentang hubungan Pitaloka dan Baskara. Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, akhirnya Bu Puspa angkat bicara. Ia menatap satu per satu anggota keluarga Datuk Lebai Karat, terutama Bu Ratih yang baru saja melontarkan pernyataan keliru. Dengan suara lembut namun tegas, ia mencoba menjernihkan kesalahpahaman ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Sebelum kesalahpahaman ini semakin meluas, aku rasa ada baiknya aku menjelaskan siapa sebenarnya Baskara bagi keluarga kami." ucap Bu Puspa suara tenang tapi berwibawa.
Semua orang menoleh ke arah Bu Puspa, termasuk Baskara yang tetap diam sejak tadi. Ia hanya menghela napas, tampak tak ingin memperkeruh suasana.
" Baskara ini adalah anak dari seseorang yang telah menyelamatkan hidup Pitaloka 17 tahun yang lalu. Ibunya, Bu Yani, adalah orang yang menyelamatkan dan merawat Pitaloka seperti anaknya sendiri ketika Pitaloka dalam keadaan yang sulit. Mereka bukan sekadar orang yang menolongnya, mereka adalah keluarga bagi Pitaloka." ucap Bu Puspa melanjutkan, suaranya penuh emosi dan ketulusan.
Datuk Lebai Karat mengernyit, sedangkan Bu Ratih tampak sedikit terkejut dengan pernyataan itu. Wiwit yang semula tersenyum tipis kini mulai terlihat tidak nyaman.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Jadi, maksudmu... mereka hanya sebatas keluarga angkat?" ucap Datuk Lebai Karat suara dalam, sedikit ragu.
" Benar, Datuk. Baskara adalah saudara bagi Pitaloka. Tidak ada hubungan lain di antara mereka selain ikatan persaudaraan yang telah terjalin selama bertahun-tahun." ucap Bu Puspa mengangguk mantap.
Bu Puspa melirik ke arah Baskara, memberikan kesempatan padanya untuk menambahkan sesuatu jika diperlukan. Baskara akhirnya angkat bicara, suaranya tenang namun penuh ketegasan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.