17 tahun telah berlalu sejak Pitaloka, istri tercinta Gumara Peto Alam, diculik secara misterius. Gumara, yang masih terpukul oleh kehilangan istrinya, berjuang keras untuk menemukan Pitaloka namun selalu menemui jalan buntu. Kehidupan Gumara kini h...
Key perlahan melepaskan pelukan ibunya, Pitaloka, meski rasa hangat dan nyaman masih terasa di hatinya. Ia menatap ibunya dengan senyum lembut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Ibu, bolehkah Key tidur di sini malam ini? Key ingin sekali bisa tidur bersama Ibu... untuk pertama kalinya." ucap Key dengan penuh harap.
Pitaloka menatap putrinya dengan kehangatan, menyadari betapa pentingnya momen ini bagi mereka berdua.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Tentu saja, Nak. Ibu juga ingin kita menghabiskan waktu bersama. Malam ini, kita bisa bicara sebanyak yang kamu mau." ucap Pitaloka mengangguk dengan senyum lembut yang menghiasi wajahnya.
" Oh iya sebelum tidur, kamu harus mandi dulu, Nak. Ibu tidak mau kamu jatuh sakit karena seharian beraktivitas di luar." lanjut Pitaloka memandang putrinya dengan penuh perhatian, memastikan Key merasa nyaman setelah hari yang panjang.
" Iya, Bu. Kalau begitu, Key mandi dulu ya." ucap Key mengangguk patuh, meski kelelahan sudah mulai menyelimuti tubuhnya.
Key beranjak menuju kamar mandi, namun langkahnya tiba-tiba dihentikan oleh suara ibunya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.