125

936 39 7
                                        

INT. KAMAR BU PUSPA - RUMAH DATUK ABU - MALAM

Di dalam kamar yang diterangi cahaya remang dari lampu gantung, Key duduk di tepi ranjang dengan raut wajah penuh keterkejutan. Ia masih membeku di tempat, tampak seperti seseorang yang baru saja menyaksikan sesuatu yang tidak pernah ia duga. Bu Puspa, yang merasa terganggu oleh gerakan di sebelahnya, perlahan membuka matanya. Ia membalikkan badan dan mendapati cucu kesayangannya itu tengah duduk diam, memandang kosong ke arah lantai.

" Sekar...? Ada apa, Nak? Mengapa kau tampak seperti habis melihat hantu?" ucap Bu Puspa mengusap mata sambil menguap kecil.

Key tidak langsung menjawab. Ia hanya menggelengkan kepalanya perlahan, seolah mencoba menepis bayangan yang baru saja ia lihat.

" Kalau ada yang mengganggumu, ceritakan saja pada Nenek." ucap Bu Puspa mendekat, menatap Key dengan penuh kehangatan.

Key menarik napas panjang, lalu berusaha tersenyum meskipun masih tampak canggung.

Key menarik napas panjang, lalu berusaha tersenyum meskipun masih tampak canggung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Bukan apa-apa, Nek... Hanya... Key tadi tidak sengaja melihat Ayah dan Ibu... mereka... ah, sudahlah..." ucap Key pelan, malu-malu.

Mendengar itu, Bu Puspa terkekeh kecil, menahan tawa sambil menepuk pelan punggung Key.

" Itu tandanya mereka sedang berbahagia, Nak. Bukankah kau sendiri yang menginginkan mereka kembali bersama?" ucap Bu Puspa berbisik lembut, menggoda.

Key hanya mengangguk kecil, pipinya mulai memerah menahan rasa malu.

" Biarkan mereka menikmati kebahagiaan mereka. Kau pun harus bahagia, Sekar. Tidurlah, besok masih banyak kebahagiaan yang menanti." ucap Bu Puspa tersenyum bijak.

Suasana kamar begitu hening, hanya terdengar suara desir angin yang menyelinap masuk melalui celah jendela. Key yang sudah sedikit tenang, masih berbaring dengan mata terbuka, memandangi langit-langit kamar. Perlahan, ia membalikkan tubuhnya menghadap Bu Puspa yang duduk di tepi ranjang sambil terus membelai lembut rambutnya.

" Nenek... Key merasa sangat bersyukur." ucap Key pelan, dengan suara penuh rasa syukur.

" Bersyukur untuk apa, Nak?" ucap Bu Puspa menunduk sedikit, memperhatikan Key dengan penuh kasih.

" Bersyukur karena Tuhan telah memberikan Ayah dan Ibu yang begitu menyayangi Key. Meskipun dulu Key dan Ibu sempat terpisah lama, tetapi Tuhan begitu baik... Ia mempertemukan kami kembali. Mengembalikan Ibu dalam keadaan sehat... tanpa kurang suatu apa pun." ucap Key menatap mata sang nenek, matanya berbinar.

Ucapan Key membuat dada Bu Puspa terasa hangat. Ia tersenyum tulus, penuh rasa bangga terhadap cucu semata wayangnya yang kini mulai tumbuh dewasa dalam pemikiran.

" Sekar... cucu kesayangan Nenek... Setiap doa yang kita panjatkan dengan sungguh-sungguh, pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri. Kau adalah anugerah terbesar untuk Ayah dan Ibumu, Nak. Mereka berjuang, bertahan, dan kembali... demi cinta mereka padamu." ucap Bu Puspa dengan suara lembut, menahan haru.

WATTPAD VERSION : 7 MANUSIA HARIMAU NEW GENERATIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang