17 tahun telah berlalu sejak Pitaloka, istri tercinta Gumara Peto Alam, diculik secara misterius. Gumara, yang masih terpukul oleh kehilangan istrinya, berjuang keras untuk menemukan Pitaloka namun selalu menemui jalan buntu. Kehidupan Gumara kini h...
Humbalang, Putra Alam, dan Alina berjalan perlahan meninggalkan koridor hostel, langkah mereka membawa suasana tenang setelah momen haru di dalam kamar. Di sepanjang perjalanan menuju halaman, Putra Alam menoleh ke arah ayahnya dengan ekspresi penuh rasa ingin tahu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Ayah, kenapa Ayah bisa ada di sini? Dan... tentang Shakti... bagaimana Ayah bisa tahu dia anak kandung mereka?" ucap Alam penasaran.
Humbalang berhenti sejenak, memandang ke arah putranya. Ia menghela napas pelan, seolah mengumpulkan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Alam, ini bukan sesuatu yang terjadi begitu saja. Sudah sekian lama Ayah dan Pamanmu Gumara mengikuti jejak Shakti... mencari bukti-bukti yang menghubungkannya dengan Paman Rajo Langit dan Bibi Ratna." ucap Humbalang tenang.
Putra Alam mengerutkan kening, masih bingung, tapi semakin penasaran.
" Jadi Ayah dan Paman Gumara sudah tahu sejak lama kalau Shakti mungkin anak mereka?" ucap Alam bingung.
Humbalang mengangguk perlahan, kemudian melanjutkan penjelasannya.
" Kami memang tidak tahu pasti pada awalnya. Tapi ada banyak tanda... kisah penculikan di masa lalu, deskripsi anak yang hilang, hingga... kemampuan Shakti yang sama seperti milik Rajo Langit. Semua itu membuat kami yakin untuk terus mencari kebenarannya." ucap Humbalang bijaksana.
Alina, yang berjalan di samping mereka, memperhatikan dengan penuh perhatian.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.