17 tahun telah berlalu sejak Pitaloka, istri tercinta Gumara Peto Alam, diculik secara misterius. Gumara, yang masih terpukul oleh kehilangan istrinya, berjuang keras untuk menemukan Pitaloka namun selalu menemui jalan buntu. Kehidupan Gumara kini h...
Bu Puspa menatap putrinya dengan mata berbinar, penuh semangat. Ia menggenggam tangan Pitaloka dengan erat, seolah ingin segera membagikan kabar ini pada dunia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Nak, Ibu akan segera memberitahu Ayahmu... Dia pasti akan sangat bahagia mengetahui kamu masih hidup!" ucap Bu Puspa dengan penuh kebahagiaan.
Namun, raut wajah Pitaloka seketika berubah. Ia menarik tangannya perlahan dari genggaman ibunya. Matanya penuh keraguan, bahkan ada sedikit ketakutan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bu Puspa terkejut, alisnya berkerut dalam kebingungan.
" Tapi kenapa, Nak? Ayahmu sudah terlalu lama menderita karena kehilangan kamu... Ia pasti senang melihat kamu kembali..." ucap Bu Puspa heran, suaranya menurun.
Pitaloka menundukkan kepalanya, kedua tangannya saling meremas di atas pangkuannya. Ia berjuang mengendalikan emosinya, tapi suaranya bergetar saat menjawab.
" Pita... Pita belum siap, Bu. Pita belum bisa menghadapi Ayah..." ucap Pitaloka lirih, hampir berbisik.
Key yang sejak tadi duduk di samping ibunya memandang mereka berdua dengan bingung. Ia tidak mengerti kenapa ibunya tampak ragu untuk bertemu dengan kakeknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.