17 tahun telah berlalu sejak Pitaloka, istri tercinta Gumara Peto Alam, diculik secara misterius. Gumara, yang masih terpukul oleh kehilangan istrinya, berjuang keras untuk menemukan Pitaloka namun selalu menemui jalan buntu. Kehidupan Gumara kini h...
Pintu lift terbuka, Datuk Abu, Bu Puspa, Humbalang, dan Farah segera melangkah keluar dengan langkah tergesa. Wajah mereka penuh dengan kecemasan dan harapan. Di ujung koridor, tepat di depan ruang operasi, mereka melihat Pitaloka duduk di salah satu kursi. Bahunya sedikit membungkuk, wajahnya tampak begitu lelah. Namun, yang lebih mengejutkan bagi Datuk Abu dan Bu Puspa adalah sosok pria yang duduk di samping Pitaloka, Baskara. Datuk Abu memperlambat langkahnya sejenak. Ia mengenali pria itu. Begitu pula dengan Bu Puspa yang langsung saling berpandangan dengan suaminya, mencoba memastikan bahwa mata mereka tidak salah melihat. Humbalang dan Farah yang tidak begitu mengenal Baskara hanya diam dan mengikuti dari belakang. Ketika mereka semakin mendekat, Baskara pun mendongak dan menyadari kehadiran mereka. Ia segera berdiri, menyambut kedatangan keluarga Pitaloka dengan tatapan penuh penghormatan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Pak Abu... Bu Puspa... kalian sudah sampai." ucap Baskara dengan suara tenang, penuh empati.
Pitaloka yang sejak tadi menunduk langsung mendongakkan kepala dan melihat wajah-wajah yang telah begitu ia rindukan. Matanya yang berkaca-kaca langsung dipenuhi emosi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Ayah... Ibu..." ucap Pitaloka lirih, dengan suara gemetar.
Bu Puspa yang tidak bisa lagi menahan emosinya segera meraih Pitaloka ke dalam pelukannya. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh juga.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.