BENGKULU
INT. HOSTEL KAYU LIMA - SORE
Hostel Kayu Lima terletak di tengah hamparan hijau pepohonan yang rindang, dengan arsitektur tradisional yang menampilkan nuansa budaya Bengkulu. Beberapa mahasiswa terlihat sedang duduk santai di teras, menikmati udara sore yang segar. Di depan hostel, sebuah mobil berhenti. Dari mobil itu, Humbalang, Rajo Langit, dan Ratna keluar. Ratna memegang sebuah wadah berisi lemang, yang ia bawa dengan penuh hati-hati. Wajahnya berseri-seri, tak dapat menyembunyikan rasa haru dan antusiasnya.
" Akhirnya... setelah bertahun-tahun, aku bisa melihatnya lagi. Aku berharap benar bahwa dia adalah anakku, Datuk." ucap Ratna tersenyum lebar pada Humbalang.
Humbalang menepuk bahu Ratna, memberikan dukungan.
" Ratna, Shakti punya banyak ciri yang mirip dengan kau dan Rajo Langit. Gumara pun juga mengatakan hal yang sama. Aku yakin Tuhan mempertemukan kalian kembali setelah sekian lama, dan inilah waktunya." ucap Humbalang dengan nada meyakinkan
Rajo Langit berdiri di sisi Ratna, matanya sedikit berkaca-kaca meski ia berusaha tampak tegar.
" Jika dia benar Shakti, anak kita... aku akan menebus setiap waktu yang hilang untuk bersamanya." ucap Rajo Langit dengan nada lembut.
" Shakti... Terima kasih telah bertahan sejauh ini. Apak dan Amak kau ini tidak pernah berhenti mencari kau, Nak, tidak pernah berhenti berdoa agar Tuhan mempertemukan kita kembali." ucap Rajo Langit dengan suara bergetar, penuh rasa syukur.
" Rajo, inilah momen yang aku harapkan untuk kalian berdua. Kau pantas mendapatkan kebahagiaan ini." ucap Humbalang tersenyum hangat pada Rajo Langit.
" Alang, aku tidak tahu bagaimana harus membalas semua ini. Tanpa adanya kau dan Tuan Guru, aku mungkin tidak akan pernah bertemu putraku lagi." ucap Rajo Langit menatap Humbalang, penuh rasa terima kasih.
Humbalang hanya tertawa kecil, merendah seperti biasa.
" Jangan terlalu berlebihan, Rajo. Aku hanya melakukan apa yang sahabat harus lakukan. Kebahagiaan kau adalah kebahagiaanku juga saudaraku. Kita itu hanya perantara, Rajo. Pertemuan ini adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Tapi sekarang, tugas kau adalah memastikan Shakti tahu bahwa dia memiliki keluarga yang mencintainya." ucap Humbalang dengan nada ringan.
Rajo Langit mengangguk penuh haru, sementara Ratna, yang masih memegang tangan suaminya, kini menangis bahagia. Ketiganya berjalan menuju pintu hostel. Mereka disambut oleh seorang penjaga hostel yang ramah.
" Selamat sore, ada yang bisa saya bantu?" ucap Penjaga Hostel tersenyum.
" Kami ingin menemui salah satu mahasiswa yang menginap di sini. Namanya Shakti. Apakah dia ada di dalam?" ucap Humbalang menjawab dengan ramah.
Penjaga hostel mengangguk.
" Oh, Shakti? Dia ada di kamar bersama beberapa temannya. Silakan masuk, kamar mereka di lantai dua, nomor 205." ucap Penjaga Hostel.
Mereka mengucapkan terima kasih dan melangkah masuk. Suasana hostel terasa nyaman, dengan dinding bangunan yang terlihat tua.
...
INT. KAMAR 205 HOSTEL KAYU LIMA BENGKULU - SORE
Di dalam kamar, Shakti, Alina, dan Putra Alam sedang duduk di lantai. Mereka berbincang sambil menikmati kudapan lokal yang mereka beli dari pasar sore tadi. Suasana hangat dan penuh canda.
" Shakti, kamu cobain deh! Kue kecil ini punya rasa yang unik, tapi aku nggak tahu apa namanya." ucap Alina tertawa kecil.
" Enak juga, Lin. Rasanya seperti ada campuran kelapa dan gula merah di dalamnya." ucap Shakti tersenyum, mencicipi kue tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
WATTPAD VERSION : 7 MANUSIA HARIMAU NEW GENERATION
Fanfic17 tahun telah berlalu sejak Pitaloka, istri tercinta Gumara Peto Alam, diculik secara misterius. Gumara, yang masih terpukul oleh kehilangan istrinya, berjuang keras untuk menemukan Pitaloka namun selalu menemui jalan buntu. Kehidupan Gumara kini h...
