30

902 50 7
                                        

BENGKULU

EXT. HOSTEL KAYU LIMA - SORE

Bus yang membawa rombongan mahasiswa Universitas Karya Bakti perlahan berhenti di depan Hostel Kayu Lima, sebuah penginapan tua. Para mahasiswa turun dari bus dengan wajah lelah namun antusias. Mereka menyeret koper dan tas menuju teras hostel. Pak Kasbul, dosen pembimbing yang bertanggung jawab, berdiri di tengah-tengah kerumunan dengan clipboard di tangannya, bersiap untuk membagi kelompok.

" Baiklah, semuanya dengar! Saya akan mulai membagi kelompok sesuai yang sudah ditentukan sebelumnya. Dengarkan baik-baik, ya." ucap Pak Kasbul dengan suara lantang.

Pak Kasbul mulai membaca nama-nama dengan nada serius namun ramah.

" Kelompok satu ada Key, Risa, Dania, Siska, Adinda, dan Jena. Kalian akan jadi satu tim." ucap Pak Kasbul melihat lembaran kertas yang ada di tangannya.

Key dan Risa saling melirik, memberikan anggukan kecil tanda persetujuan.

" Kelompok dua ada Alina, Shakti, Alam, Tria, Rio, dan Anita. Kalian juga sudah terbentuk." lanjut Pak Kasbul.

Alina tersenyum kepada Shakti yang berdiri di dekatnya. Shakti, meski terlihat tenang, memberikan senyuman kecil.

Pak Kasbul melanjutkan membagi kelompok hingga seluruh mahasiswa terbagi menjadi lima kelompok, masing-masing berisi enam orang.

" Baiklah, sekarang ada lima kelompok. Nanti, kita akan membagi tiga desa untuk kalian tempati selama program ini, ada Desa Tiga Panggung, Desa Hutan Mati, dan Desa Kumayan. Tiap desa akan diisi dua kelompok dan ada juga yang hanya mendapatkan satu kelompok saja dalam satu desa, jadi kalian bisa bekerja sama dengan baik di sana." ucap Pak Kasbul menjelaskan.

Pak Kasbul berdiri di depan kelompok mahasiswa yang duduk melingkar. Suasana serius tetapi antusias terasa di antara mereka. Pak Kasbul memegang daftar nama mahasiswanya.

" Baiklah, saya sudah membagi nama kelompok, dan sekarang saya akan memberitahu kalian mengenai desa tempat kalian akan tinggal dan bekerja selama KKN ini." ucap Pak Kasbul sambil membaca daftar.

Para mahasiswa mulai berbisik-bisik, terlihat penasaran dan tegang.

" Kelompok 1 dan 2 akan ditempatkan di Desa Tiga Panggung. Harap dicatat, kalian akan bekerja bersama dalam wilayah ini. Alina, nama kamu termasuk di kelompok 2." ucap Pak Kasbul dengan serius.

Alina tersenyum kecil, sedikit lega mendengar desanya disebut.

" Kelompok 3 dan 4 akan berada di Desa Kumayan. Lokasinya cukup terpencil, jadi kalian harus bekerja ekstra keras untuk beradaptasi." lanjut Pak Kasbul.

Murid-murid dari kelompok 3 dan 4 mulai berbisik lebih ramai, membayangkan tantangan yang menanti mereka.

" Dan terakhir, Kelompok 5. Kalian akan ditempatkan di Desa Hutan Mati. Ini adalah desa paling jauh dan cukup sulit dijangkau. Key dan Risa, kalian ada di kelompok ini." ucap Pak Kasbul berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada serius.

Key mendongak, sedikit terkejut mendengar nama desanya. Risa yang duduk di sebelahnya hanya mengangguk pelan, mencoba tetap tenang meski matanya memperlihatkan sedikit kekhawatiran.

" Desa Hutan Mati memiliki reputasi yang cukup... unik, jadi kalian harus bekerja sama dengan baik dan selalu berhati-hati." ucap Pak Kasbul serius.

Suasana mulai sedikit mencekam saat nama Desa Hutan Mati disebut. Para mahasiswa saling pandang, bertukar ekspresi penasaran dan takut.

" Baik, semuanya. Persiapkan fisik dan mental kalian. Ini bukan hanya tentang belajar, tapi juga pengabdian dan pengalaman hidup. Malam ini kita akan berangkat. Jangan lupa persiapkan barang-barang kalian." ucap Pak kasbul.

WATTPAD VERSION : 7 MANUSIA HARIMAU NEW GENERATIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang