17 tahun telah berlalu sejak Pitaloka, istri tercinta Gumara Peto Alam, diculik secara misterius. Gumara, yang masih terpukul oleh kehilangan istrinya, berjuang keras untuk menemukan Pitaloka namun selalu menemui jalan buntu. Kehidupan Gumara kini h...
Langit malam bertabur bintang, angin berhembus sejuk membawa aroma khas pedesaan. Jalanan menuju taman hiburan tidak terlalu ramai, hanya beberapa warga yang masih beraktivitas. Baskara, Pitaloka, dan Key berjalan berdampingan. Key terlihat lebih ceria dibanding sebelumnya, sesekali ia melirik ke kanan dan kiri menikmati suasana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Terima kasih, Bas. Sudah mengajak kami untuk menikmati malam yang indah ini. Aku hampir lupa rasanya berjalan-jalan seperti ini." ucap Pitaloka tersenyum hangat, melirik Baskara di sampingnya.
Baskara menoleh, lalu tersenyum tipis.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Ah, jangan terlalu formal gitu, Pita. Aku senang kok bisa ngajak kalian jalan-jalan. Lagipula, aku juga butuh refreshing." ucap Baskara santai, menaruh tangan di saku jaketnya.
Key yang berjalan di sisi lain Pitaloka tersenyum kecil mendengar percakapan mereka.
" Refreshing? Hmmm... kayaknya lebih ke reuni kecil antara Ibu dan Om Bas sih, ya?" ucap Key berseloroh, melirik Baskara.
Baskara tertawa ringan, sementara Pitaloka hanya tersenyum sambil menggeleng pelan.
...
EXT. TAMAN HIBURAN KAYU LIMA - MALAM
Taman hiburan mulai terlihat di depan mereka, lampu-lampu warna-warni menghiasi setiap sudut taman hiburan, menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan. Aroma manis permen kapas bercampur dengan harum popcorn menyeruak di udara. Suara tawa anak-anak dan dentingan musik dari wahana permainan menambah keceriaan malam itu. Key berjalan lebih cepat dari Pitaloka dan Baskara, matanya berbinar penuh rasa takjub. Ia menoleh ke kanan dan kiri, mencoba menangkap setiap sudut keindahan yang sudah lama tidak ia rasakan. Pitaloka memperhatikan putrinya dengan lembut, sementara Baskara yang berdiri di sampingnya ikut tersenyum.
" Sudah lama aku tidak melihat senyum putriku sebahagia ini." ucap Pitaloka lirih, tapi penuh makna.
Baskara menoleh ke arah Pitaloka, lalu kembali menatap Key yang tampak begitu menikmati suasana.