84

1.1K 66 19
                                        

INT. RUANG TAMU RUMAH DATUK ABU - DESA KUMAYAN - PAGI

Keheningan masih menyelimuti ruangan setelah penuturan Pitaloka dan Farah. Semua orang yang hadir tampak masih berusaha mencerna kebenaran yang baru saja terungkap. Humbalang menatap istrinya, Farah, dengan ekspresi campur aduk. Ia tidak marah, tetapi ada keheranan yang sulit disembunyikan.

 Ia tidak marah, tetapi ada keheranan yang sulit disembunyikan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Jadi... selama ini, kau dan Sekar sebenarnya sudah mengetahui bahwa Pitaloka masih hidup?" ucap Humbalang suara pelan, penuh pemikiran. 

Farah menoleh ke arah suaminya, lalu mengangguk pelan.

Farah menoleh ke arah suaminya, lalu mengangguk pelan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Ya, aku dan Sekar sudah tahu sejak lama. Tapi kami memilih untuk menyimpan semuanya... karena itu adalah keputusan Pitaloka." ucap Farah tenang, tetapi penuh keyakinan. 

Semua orang di ruangan itu saling bertatapan, mencoba memahami maksud dari keputusan tersebut. Datuk Abu menyandarkan tubuhnya pada kursi, mengusap janggutnya perlahan. Sementara Bu Puspa menatap Pitaloka dengan penuh kasih.

" Kalian merahasiakannya... sampai Pitaloka sendiri yang siap menghadapi kami semua." ucap Rajo Langit dengan suara rendah, masih mencerna semuanya. 

Farah mengangguk lagi, kali ini dengan ekspresi yang lebih lembut.

" Aku berjanji pada Pitaloka untuk tidak mengatakan apapun sebelum dia siap. Aku ingin dia kembali dengan cara yang ia inginkan, tanpa tekanan dari siapa pun." ucap Farah mantap.

Ratna yang sejak tadi mendengarkan akhirnya menghela napas panjang.

" Jadi itu alasannya... kamu tidak ingin dia kembali hanya karena paksaan atau keterpaksaan, melainkan karena hatinya sendiri yang memutuskan." ucap Ratna mengangguk pelan, memahami.

Pitaloka tersenyum kecil mendengar perkataan Ratna, lalu menatap semua orang satu per satu.

Pitaloka tersenyum kecil mendengar perkataan Ratna, lalu menatap semua orang satu per satu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
WATTPAD VERSION : 7 MANUSIA HARIMAU NEW GENERATIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang