100

880 61 8
                                        

EXT. HUTAN KUMAYAN - SIANG

Langkah Key menyusuri jalan setapak di Hutan Kumayan terdengar ringan, namun pikirannya masih dipenuhi kebencian terhadap Wiwit sang Ibu sambung. Angin siang berembus lembut, menggoyangkan pepohonan rindang di sekitarnya.

Saat ia melewati tikungan kecil di tengah hutan, matanya tiba-tiba menangkap sosok seorang nenek tua yang tampak kesulitan membawa seikat kayu bakar di punggungnya. Nenek itu terlihat kelelahan, napasnya terengah-engah, seakan kapan saja bisa jatuh.

Key memperlambat langkahnya, rasa kasihan muncul di hatinya. Ia tidak bisa membiarkan wanita tua itu kesusahan sendirian di tempat seperti ini.

 Ia tidak bisa membiarkan wanita tua itu kesusahan sendirian di tempat seperti ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Nek, apakah Nenek baik-baik saja? Biar saya bantu membawa kayunya." ucap Key lembut.

" Oh, anak muda... sungguh baik hatimu. Nenek hanya ingin membawa ini ke pondok, tapi tubuh tua ini sudah tak sekuat dulu." ucap Nenek tersenyum samar.

Key tanpa ragu mengambil alih kayu bakar dari punggung sang nenek. Meski cukup berat, ia tetap menyesuaikan langkahnya dengan nenek tersebut yang berjalan perlahan menuju arah yang ia tunjukkan.

" Pondok Nenek jauh dari sini?" ucap Key tersenyum.

" Tidak terlalu jauh, hanya di balik bukit kecil itu. Kau sungguh anak yang baik, jarang sekali ada yang peduli pada orang tua seperti nenek." ucap Nenek mengangguk pelan.

Key hanya tersenyum kecil. Ada sesuatu dalam tatapan nenek itu yang terasa berbeda, seolah menyimpan rahasia yang tidak diketahui banyak orang.

Langkah mereka terus berlanjut di jalanan hutan yang sepi, sementara Key mulai merasakan ada sesuatu yang aneh dengan suasana di sekitarnya. 

...

Key mulai merasa ada yang tidak beres. Sudah hampir satu jam lamanya ia berjalan mengikuti nenek itu, tetapi anehnya, mereka seperti hanya berputar-putar di tempat yang sama.

Ia menoleh ke sekeliling. Pepohonan besar menjulang tinggi, menciptakan bayangan gelap meski siang hari. Udara terasa lebih dingin, dan suara burung-burung yang tadi sempat terdengar kini lenyap, meninggalkan kesunyian yang membuat bulu kuduknya meremang.

" Nek... sebenarnya pondok Nenek ada di mana? Kita sudah berjalan cukup lama, tapi sepertinya tidak ke mana-mana." ucap Key berhenti melangkah, curiga. 

 

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
WATTPAD VERSION : 7 MANUSIA HARIMAU NEW GENERATIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang