29

851 53 6
                                        

EXT. TERAS RUMAH BU YANI - SORE

Cahaya matahari sore mulai redup, menciptakan bayangan panjang di depan rumah asri milik Bu Yani. Ia berdiri di teras rumah, mengenakan atasan motif bunga yang terlihat rapi. Matanya memandang cemas ke arah jalan setapak yang menghubungkan rumahnya dengan jalan utama, berharap melihat sosok Pitaloka dan tamunya yang tadi diketahuinya mengetuk pintu.

 Matanya memandang cemas ke arah jalan setapak yang menghubungkan rumahnya dengan jalan utama, berharap melihat sosok Pitaloka dan tamunya yang tadi diketahuinya mengetuk pintu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Kemana perginya Pitaloka? Aku tadi dengar ada yang mengetuk pintu, tapi kenapa tidak ada orang disini?" ucap Bu Yani menggumam cemas.

Bu Yani melangkah ke tepi teras, mencoba melihat lebih jelas ke kejauhan. Di sela-sela pohon rindang yang membatasi pandangannya, akhirnya terlihat dua sosok yang berjalan perlahan mendekat, Pitaloka dan seorang wanita yang tak dikenalinya. Wanita itu mengenakan pakaian formal, tampak anggun, dan percaya diri. Pitaloka melambaikan tangan ke arah Bu Yani sambil tersenyum, membuat kecemasan di wajah Bu Yani sedikit mereda.

" Pitaloka! Kamu darimana saja, Nak? Ibu kira kamu terjadi sesuatu." ucap Bu Yani tersenyum lega, berseru.

" ucap Bu Yani tersenyum lega, berseru

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Maaf ya, Bu. Tadi Pita dan Bu Farah pergi ke taman depan rumah untuk berbincang. Ini Bu Farah, tamu yang ingin bertemu dengan Ibu." ucap Pitaloka sambil mendekati teras bersama tamunya.

Bu Yani mengangguk ramah, lalu menatap Farah dengan penuh perhatian. Ekspresi Bu Yani menunjukkan kebingungan, pikirannya berkecamuk. Ia tidak pernah mendengar Pitaloka menyebut siapapun yang dekat dengannya selama berada di Jakarta. Yang Bu Yani tahu, Pitaloka memilih hidup dalam kesunyian tanpa ada satupun anggota keluarga atau kerabat yang tahu keberadaannya.

" Siapa wanita ini? Kenapa dia terlihat begitu dekat dengan Pitaloka? Padahal setahuku, Pitaloka tidak pernah mau berhubungan lagi dengan siapapun dari masa lalunya kecuali putrinya, Sekar Kemuning." ucap Bu yani dalam hatinya.

" Selamat datang, Bu Farah. Senang sekali bisa bertemu dengan Anda. Mari, silakan masuk." ucap Bu Yani sambil menyambut Farah dengan hangat.

Farah tersenyum sopan, menganggukkan kepala.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
WATTPAD VERSION : 7 MANUSIA HARIMAU NEW GENERATIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang