105

984 67 14
                                        

...

INT. KAMAR PITALOKA - RUMAH DATUK ABU - MALAM

Pitaloka berdiri di depan pintu kamar yang sedikit terbuka. Dari dalam, terdengar isakan lirih. Hatinya mencelos. Perlahan, ia mendorong pintu dan melihat Key duduk di sudut kamar, memeluk lututnya sendiri. Gadis itu masih mengenakan pakaian yang sama sejak terakhir kali Pitaloka melihatnya, matanya bengkak karena terlalu banyak menangis.

 Gadis itu masih mengenakan pakaian yang sama sejak terakhir kali Pitaloka melihatnya, matanya bengkak karena terlalu banyak menangis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Sekar..." ucap Pitaloka suara lembut, hampir berbisik.

Key tersentak, mendongak dengan mata yang masih berair. Saat melihat ibunya berdiri di ambang pintu, tubuhnya menegang.

 Saat melihat ibunya berdiri di ambang pintu, tubuhnya menegang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Ibu..." ucap Key suara bergetar.

Dalam sekejap, Key langsung bangkit dan berlari ke arah Pitaloka, memeluknya erat. Tangisnya pecah di dada ibunya.

" Ibu... Key takut... Key kira ibu dan ayah tidak akan pernah kembali..." ucap Key tersedu.

Pitaloka membelai rambut putrinya dengan lembut, matanya ikut berkaca-kaca.

" Ibu di sini, Nak. Ibu tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi... Ibu janji." ucap Pitaloka suara penuh ketulusan.

Key semakin terisak di pelukan Pitaloka. Semua ketakutan yang ia pendam sejak peristiwa di dunia siluman kini tumpah bersama air matanya. Pitaloka memeluk putrinya semakin erat, memberikan ketenangan yang selama ini Key rindukan. Key perlahan melepaskan pelukannya. Matanya menatap wajah ibunya dengan saksama, lalu turun ke seluruh tubuhnya. Ia mulai memeriksa tangan, bahu, dan wajah Pitaloka, seolah memastikan bahwa tidak ada luka atau cedera.

" Ibu... Apa Ibu benar-benar baik-baik saja? Tidak ada yang menyakiti Ibu di sana?" ucap Key cemas.

Pitaloka tersenyum lembut, menangkup wajah putrinya dengan kedua tangan. Tatapannya penuh ketenangan.

" Ibu baik-baik saja, Sekar. Lihatlah, Ibu tidak terluka. Ibu sudah kembali dengan selamat, seperti yang Ibu janjikan sama kamu bahwa ibu akan kembali." ucap Pitaloka menenangkan.

Key terisak lagi, kali ini lebih pelan. Ia mengangguk perlahan, seolah mulai percaya bahwa ibunya benar-benar telah kembali untuknya. Ia kembali menyandarkan kepalanya di dada Pitaloka, mendengar detak jantung ibunya yang menenangkan. Di luar jendela, angin malam berhembus pelan. Malam itu, akhirnya, Key bisa merasakan kehangatan ibunya lagi. Namun, di balik ketenangan itu, hatinya masih penuh kegelisahan. Ia mengangkat wajahnya, menatap ibunya dengan mata yang sedikit memerah.

WATTPAD VERSION : 7 MANUSIA HARIMAU NEW GENERATIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang