Chapter 128 (Kembali)

722 39 6
                                        

*****

"Gimana sama konsep yang ini? Suka?" Tanya Sakti.

Kris melihat katalog yang berada di hadapannya, "Boleh sih, Sak. Ini bagus juga sih konsepnya, masalahnya sekarang lagi musim ujan. Jadi kita musti cari waktu yang tepat biar dapet pemandangan yang bagus."

Sakti mengangguk beberapa kali, tersenyum lalu menggenggam tangan Kris di atas meja.

"Apa senyum-senyum, nggak jelas kamu!" Ucap Kris setengah tertawa, namun kentara sekali jika wajahnya memerah.

"Nggak nyangka akhirnya mau nikah juga kamu," goda Sakti sambil menaikturunkan alisnya berulang kali.

"Siapa juga yang bilang nggak mau," rengut Kris.

"Kemarin-kemarin diajak bilang nanti nanti terus kamu, tiba-tiba langsung mau nih kenapa?" ledek Sakti.

"Diem deh Sak," sungut Kris membuat Sakti terbahak.

Meskipun Sakti sedari tadi menggoda dan terus meledek tunangannya itu sejak sampai di studio foto, tapi di dalam hatinya ada perasaan membuncah yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ia benar-benar bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperbaiki semuanya, hingga berada di titik ini.

Sakti berjanji tidak akan mengulang hal bodoh itu untuk kedua kalinya.

"Halo, Yu?" Sapa Kris sambil menempelkan ponsel di telinganya.

"Gimana? Kain buat bahan baju kalian udah siap belum? Jadi gini-"

Sakti hanya tersenyum dan membiarkan Kris mengatur persiapan pernikahan mereka.

*****

Barra selesai menata makanan, sejenak ia tersenyum menatap unggahan salah satu studio foto yang ia sewa saat pernikahannya dengan Farez

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Barra selesai menata makanan, sejenak ia tersenyum menatap unggahan salah satu studio foto yang ia sewa saat pernikahannya dengan Farez. "Hmmm, udah mulai ngobrolin konsep mereka. Akhirnya sepupu gue nikah juga," gumamnya.

Barra lalu mendongak menatap ke arah ruang kerja yang ada di lantai atas, "Farez!! Ayo makan malem dulu!"

Sejenak mengernyit karena tidak ada sahutan dari suaminya itu, "Hmmm, kalau udah kerja..."

Akhirnya ia memilih untuk naik ke atas dan membuka ruang kerja mereka pelan, tampak Farez yang menatap serius ke arah layar laptopnya, "Nah beneran kan."

Barra balas tersenyum tipis saat Farez tersenyum sekilas ke arahnya. Akhirnya Barra berjalan cepat ke arah suaminya itu dan duduk menyamping di atas pangkuannya. Sontak Farez mendelik sejadinya, "Babe!?"

Barra mengalungkan tangannya di leher Farez, "Kamu nggak mau mam dulu huhhh?" Ucapnya dengan nada dibuat manja.

Farez hanya berkedip, bibirnya seperti ingin bersuara namun tertahan.

"Farez ih kok diem aja sih," rengutnya.

"Ehemmm!!!"

Suara deheman itu membuat Barra menoleh, sontak matanya mendelik sejadinya ketika melihat layar laptop Farez menampilkan wajah beberapa tim dari studio suaminya, yang wajahnya sangat Barra kenali.

OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang