Teleponnya

66 9 5
                                        

1199 Kata

°•°•°

Redup lampu meja, ciptakan lingkaran kecil cahaya diantara tumpukan berkas pasien

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Redup lampu meja, ciptakan lingkaran kecil cahaya diantara tumpukan berkas pasien. Disisi lain, detak pelan jam dinding, terasa agak lain-lebih keras dari biasanya.

Bukan lembar diagnosis, atau laporan medis yang memenuhi kepalanya, melainkan wajah dari dua remaja yang tengah sekarat hidupnya. Raut Taehyung dan Jimin secara bergantian memenuhi benaknya hingga tidak punya ruang lagi untuk hal lainnya.

Kekacauan antara Ibu dan Ayah mereka, yang tidak pernah tercatat dalam berkas pengamatan mana pun, membuat pikirannya lumayan kacau. Karena setahunya, yang bermasalah adalah Min-Seok, si kepala keluarga. Sedang Ji-won, tidak pernah tampak kontoversial. Ya, mungkin pengecualian saat wanita itu pernah mendesak Jimin begitu parah.

Tetapi selebihnya, tidak tercium hal kompleks pada pribadi wanita itu-selalu tampak seperti penyeimbang keluarga dengan keelegananya, atau tampak wajar takaran khawatir jika memang keadaan agak tidak beraturan.

Jadi siapa yang menyangka kalau seorang Ji-won bisa menyebabkan masalah besar, lebih besar dari ia melewati batas konversasi dengan Jimin.

Fakta baru, yang membuat Dokter Mi-Seon berpikir, inilah kenyataan yang membentuk cara dua remaja itu melihat dunia-Taehyung yang selayaknya air danau, hangat nan dalam. Sedang Jimin, dengan riuh didalam seperti gerak kaki bebek yang berenang.

Jadi teringat tatapan Taehyung dalam perjalanan tadi-datar, dalam, seperti mengunci sesuatu dibalik kesenduan. Sebuah jenis luka yang tidak langsung menjerit, melainkan senyap dalam keterdiaman. Luka yang perlahan memakan pemiliknya dari dalam-diam-diam.

Keseharian Taehyung, yang tampak cukup rapi-keluarga, rumah untuk pulang, kepandaian yang dibanggakan, ternyata dibangun diatas pondasi rapuh yang bisa kapan saja runtuh.

Lalu Jimin, anak itu pun tidak kalah rumit. Energi yang kadang meluap, atau bahkan tidak ada sama sekali. Bicara cepat, atau tidak sama sekali. Kehambaran atau kadang pembicaraan kacau memenuhi ruangan. Jelas sekali Dokter Mi-Seon merasakan, ada kegelisahan yang coba Jimin tutupi dengan kegaduhannya sendiri.

Bertolak belakang cara bertahan, tetapi sama-sama berangkat dari kebusukan kelukur yang sama.

Ayah, Ibu, dan dua anak. Masalah mereka membelit kepalanya sampai pening datang tidak kira-kira.

"Sekarang, harus darimana aku memulainya?" Cara menarik benang kekusutan diantara mereka, hingga tidak menjadi simpul mati yang tidak dapat terurai lagi.

Titik awal, ia sendiri bingung harus memijakkan kaki dimana.

Padahal dalam profesinya yang bukan setahun dua tahun, ia terbiasa menghadapi kasus keluarga yang koyak-anak-anak yang terjebak diantara masalah orang tua atau sebaliknya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 04 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Tanpa JedaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang