"Tunggu deh, ini kenapa gue jadi ikut juga sih?" Jinsoul nanyain Yoshi sambil mereka berdua jalan ke waiting room.
Yoshi ngegidikin bahunya, "mungkin biar kalo aku kesasar, ga sendirian-sendirian banget"
"Kagak gitu dong, anjiiirr!" Suaranya Hwasa kedengeran capek banget dari earpiece mereka
Jinsoul ngelirik cowok di sebelahnya datar, "iya, gue juga ga percaya sama omongan ni bocah" Yoshi diem aja pas diomongin begitu, "emang buat apa sih, kak?"
"Biar lebih meyakinkan kalo Yoshi mau tinggal di Jepang. Kan nama kalian ada di satu KK, jadi bisa dijadiin alesan."
"Tapi bukannya Sunoo udah percaya kalo misalnya aku mau tinggal di Jepang?" Yoshi nanya balik, "harusnya gapapa dong aku ke Jepang sendirian?"
"Lu sih--anjir lah, Yos!" Jinsoul ngehela nafas, "lu tuh ga pernah tau kalo dia beneran percaya elu ato engga."
"Tapi dia kemarin di chat, ga curiga kok"
"Segampang itu dia bisa nawarin tempat buat nginep, lu sadar ga sih kalo sebenernya dia udah ngebaca semua rencana lu dan pura-pura bego?" Hwasa nanya balik
Mukanya Yoshi malah keliatan nge-down terus berenti jalan, "jadi dia udah tau kalo kemarin settingan?"
"Yah! Yaaaah!" Jinsoul mijit pelipisnya, "yaaaah dia overthinking!"
--^^--
"Awasin terus Yoshi sama Jinsoul selama ketemu sama anak itu" Hongjoong ngasih tau
"Roger!" Changkyun ngebales santai, sambil ngemil dan fokus ke layar komputernya, "Lu ga sekalian nyuruh gue awasin Sunghoon juga?"
"Tuh anak ga ada di Tokyo kan?"
"Engga. Dia di Osaka"
"Yaudah, ga usah gapapa" Hongjoong ngebales, "gue cuma curiga sama si anak rambut pink ini doang."
"Cause he's too laidback?"
"Iya... Kayak.. Dia terlalu gampang untuk percaya sama kata-kata orang yang ga dikenal"
Seonghwa yang tadinya diem aja, jadi malah tersinggung, "Xiaojun sama Nako juga gitu..."
"Iya, tapi kita kenal keluarganya, makanya aku ga curiga" Hongjoong nyautin
"Ya siapa tau emang dia anaknya polos..."
"Hwa.." Hongjoong nengok ke pacarnya, "Polos sih polos, tapi Xiaojun sama Nako juga pernah curiga sama orang yang ga dikenal, ga sampe kayak dia"
Seonghwa mikir-mikir lagi, emang iya sih... Biarpun Xiaojun pernah diculik dan malah bilang 'I love you' ke penculik, tapi ya.. Untuk urusan kerjaan, dia sama Nako bisa saling waspada
"Terus, Yoshi ke Jepang cuma berdua aja sama Jinsoul?" Seonghwa pindah topik pembicaraan
"Iya, yang berangkat ke Tokyo cuma mereka berdua, tapi yang ke Osaka ada Xiaojun sama Nako"
--^^--
"Sek... Tolong pake bahasa Indonesia boleh?" Sunghoon nyela pembicaraan keluarga ini sebelum makin jauh
Jadi, tadi tuh abis selesai makan, dia udah mau balik, tapi keburu dihubungi duluan sama Hongjoong, buat nemenin si kakak beradik ini ke rumah keluarganya yang ada di Osaka.
Ya ga masalah sih, biarpun itu artinya jatah tidur dia berkurang. Tapi yang dia ga sangka itu... Rumah keluarga yang dimaksud malah rumah yang lumayan gede, dan banyak karyawannya.
"Oh iya..." Xiaojun nunjuk cewek yang pake jas item merah dan rambut pendek, "kenalin, ini tanteku... Adek papa, namanya Nakamoto Miya"
Miya senyum tipis, "Kamu si kuchisake no ko?" (slit-mouthed guy)
KAMU SEDANG MEMBACA
UPW - Urusan Penerus Warisan
Fanfic"Kayaknya gue menyetujui kerjasama ini untuk membantu hal-hal yang berkaitan dengan kerjaan deh" "Ini juga jadi kerjaan kalo ga selesai" "Ngurusin masalah percintaan lu ga ada di jobdesk gue, bangsat!" "Kita simbiosis mutualisme aja, deal?" "..." "...
