Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bombard

11.2K 1.7K 450
                                        

"Ini.. Di sarung tangan ini udah built-in sidik jari." Minhyuk ngejelasin cara kerja alt yang udah dia bikin buat bantu kelompok 'Surabaya' ngejalnin misi

Jongho sama Seonghwa make sarung tangannya, "ini pake fake ID atau kita dapet ID mereka?"

"Mereka sistem security-nya pake face recognition, jadi lebih gampang buat gue dan kak Changkyun masukin fake ID kalian ke sistem mereka."

"WHOA!" Jiwoo nganga, "THAT'S SO COOL! I FEEL LIKE I'M INSIDE A 007 MOVIE!" dia mulai menghayal :")

"Sok-sokan 007... Lu mah 911, bikin orang naik darah mulu--"

"Udaah!" Seonghwa langsung berdiri di tengah-tengah Jongho sama Jiwoo, "Jangan berantem. Kerjaan aja belom mulai"

"Ngomong-ngomong... denahnya udah ada?" Yeosang nanya ke Minhyuk

Minhyuk ngangguk dan sekarang ngasih 4 jam tangan ke mereka, "denahnya udah gue program di jam tangan itu. Dan kalian juga bisa ngeliat posisi kalian berempat dari jam"

"Bedain mana kita mana orang lain tuh gimana?" Jongho nanya sambil nyalain jam tangannya

"Warnanya beda-beda, ada biru, ijo, merah, sama kuning--"

"Yaaah, ga bisa ganti warna? Pengen warna pink! Biar cocok sama bajuku nih" dia mamerin kaosnya

Yeosang nengok ke Jiwoo, "That's not the point--"

"Ga bisa." Minhyuk nyaut cepet, "itu warna-warna yang kontras biar kalian bisa saling tau"

Seonghwa ngecek jamnya, "Oh, gue ijo"

"Gue biru" Yeosang ngasih tau

"Gue merah" Jongho ikut ngomong

Sementara Jiwoo makin manyun terus ngelongok ke Jongho, "Ho! Tukeran dooong"

"Ga."

"Iiihhh!" Dia kesel sendiri, "lebih keren kuning tau" dia nyoba ngebujuk temennya

Dengan santainya, Jongho ngebales, "kalo emang lebih keren kuning, lu aja yang pake."

--^^--

"Jadi... kalian harus deket sama adeknya ko Jihoon?" Yoshi memastikan lagi ke tiga orang di depannya

Yunho, Mingi sama Yiyang sama sama ngangguk, "karena bapaknya mereka udah meninggal, mereka bisa jadi target utama musuh bapaknya kan?"

Yoshi ngangguk, "masuk akal"

"Makanya, kita butuh buat skenario, biar bisa kenal sama mereka" Yiyang nambahin

"Kalo lu mau ajak sodara lu juga gapapa lho" Mingi ngasih tau

Yoshi ngedip-ngedip bingung, "Junkyu maksudnya?"

"Iya.."

"Ah... Dia agak kurang suka kalo ada adeknya ko Jihoon yang paling kecil" dia ngomong apa adanya

"Lho? Kenapa?" Mingi bingung. Perasaan dari data yang diksih sama Changkyun, adek-adeknya Jihoon ga ada masalah deh

Yang bermasalah kan Jihoonnya /g.

"Biasa.. Kan anak remaja tuh suka modus gitu, nah Junkyu ga suka dimodusin" Yoshi ngejelasin seadanya aja, lagian dia ngerasa ga perlu kalo samape harus ngejelasin detil soal alesannya Junkyu ke tiga orang ini :)

"Betewe..." Yiyang berusaha ngebalikin ke topik awal, "kapan bisa ketemu barengan?"

"Haruto kayaknya masih di Surabaya--"

"Bukannya udah di Jogja?" Yiyang jadi bingung @.@

"Iya, kemarin sempet balik Jogja, tapi sekarang udah pulang ke Surabaya lagi. Nemenin mamanya"

UPW - Urusan Penerus WarisanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang