Author's Note:
Rated part di KK. Better for 21+. Di KK 5,500 kata, di sini 3,500 kata.
Ada sedikit kekerasan di scene KK, but I swear, itu cuma bumbu di ranjang aja. Aku juga perempuan yang menolak keras kekerasan. Semoga kalian mengerti dan bisa menerima. Kalo nggak bisa, jangan baca part ini. Tapi sumpah cuma sedikiiiiiiit banget.
**********************************
"Pak Dharma itu ngerasa nggak sih, mereka berdua itu kayak ada unresolved sexual tension, gitu lho," seru Dita dengan penuh konspirasi.
Dita adalah lulusan dari sebuah universitas yang baik di London. Sejak kecil tinggal di situ, dan sudah berkewarganegaraan Inggris, tapi dia bisa dibilang masih sangat Indonesia. Orangtuanya orang Indonesia. Di rumah dia bicara bahasa Indonesia. Dan dia senang sekali bisa bekerja di Ranggatama London office, karena bisa bicara bahasa ibunya kapan saja dia mau.
Bahasa Indonesianya Dita punya British accent yang kental, tapi jangan bilang itu padanya, dia bisa marah.
Masalah dari seorang Dita adalah, dia sangat suka bergosip. Dharma berkerja satu ruangan dengan Dita dan Yusuf, karena kantor mereka memang kecil, hanya terdiri dari dua ruangan. Ada juga dapur dan satu kamar mandi.
Satu ruangan dipakai Gio, satu lagi untuk para karyawannya.
"Kamu itu kenapa sih, Dit, seneng banget bahas Boss sama mbak Rere?" Dharma memanggil Rere dengan sebutan Mbak di depan karyawan lainnya, untuk menghormatinya saja.
"Abisnya mereka seru aja gitu, buat diamati. Aku berasa kayak lagi nonton drakor, heheh."
"Mereka itu manusia nyata."
"Emangnya aktor sama aktris di drakor itu nggak nyata?"
Dharma melengos lelah.
"Mereka itu kayak, suka curi-curi pandang, gitu lho. Kayaknya mereka udah baikan, deh."
Sejak awal bekerja, yang kebetulan memang baru satu bulan, Dita menyimpulkan kalau sang boss dan istrinya sedang bertengkar. Tapi akhir-akhir ini, Dita merasa mereka sudah baikan.
"Atau hampir baikan, ya? Soalnya mereka itu kayak apa, ya? Orang yang naksir, tapi sama-sama pengen rahasiain perasaannya gitu."
"Data entrynya itu kelarin dulu, ngobrol aja dari tadi," tegur Dharma.
"Aduh Pak, ini mah bentar juga selesai. Lebih penting bahas yang tadi malam. Ih, aku tuh, sampai deg-degan deh lihat mereka!"
Mereka berlima makan bersama malam sebelumnya. Suasana banyak restoran dan toko masih suasana Valentine. Dita mengusulkan makan di restoran ramen terdekat, karena katanya ada diskon Valentine, jadi ada buy 1 get 1.
Gio sih sebetulnya tak peduli dengan diskonnya, tapi Rere terlihat tertarik dengan restoran itu karena melihat review di Tik Tok. Mie karenya enak sekali, kabarnya.
Saat bosan diam-diaman dengan Gio, Rere sering mengobrol dengan Dita. Mereka sekarang berteman. Rere merasa Dita naksir Dharma, tapi tak mau menyebut itu. Dia hanya cerita pada Gio--walau tak direspon apa-apa.
Karena memang butuh teman perempuan, Rere dan Dita jadi dekat.
Malam sebelumnya, akhirnya mereka semua makan di restoran ramen itu.
Dita suka mengamati Gio dan Rere, karena merasa mereka ini selalu diam saja seperti musuh bebuyutan, tapi diam-diam saling memperhatikan.
Misalnya, Rere memesankan Gio mie kare yang tak pedas tanpa diminta, dan Gio yang terlihat khawatir memandangi Rere yang menuang bubuk cabe banyak-banyak ke mangkuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Say Never
Roman d'amourRebecca adalah mahasiswi paling cerdas di kampus. Pemenang berbagai penghargaan, ketua angkatan, dan dijuluki kampus queen. Populer, cantik dan smart. Pacarnya ganteng, sahabatnya juga keren. Tapi dunianya runtuh ketika dia tahu pacarnya selingkuh...
