Author's Note:
Setting: 1 tahun setelah Jeremy dan Helen menikah. Gwen dan Richie umur 8 tahun di sini, lagi kelas 2 SD.
Inspired by:
**********************************
Sebuah kebetulan besar terjadi.
Gio harus ke Seoul, Korea Selatan untuk keperluan pekerjaan. Selama beberapa bulan ke belakang, karyawannya sibuk merancang persiapan membuka Ranggatama Cuisine di Seoul. Peminat makanan Indonesia di Korea meningkat. Gio melihat peluang, karena belum ada restoran Indonesia yang mewah di sana. Selain itu, banyaknya turis Indonesia yang berkunjung ke Korea juga membuat dia yakin kalau Korea adalah negara yang profitable untuk membuka cabang restorannya di sana.
Kebetulan sekali, Aji juga sedang persiapan untuk menyutradarai sebuah film Indonesia bersetting di Korea. Castnya akan menggunakan aktor dan aktris dari dua negara, jadi dia harus melakukan beberapa meeting sebelum syutingnya dimulai.
Aji dan Dania sudah pindah ke Jakarta selama enam bulan terakhir. Mereka memilih tinggal di apartemen terpisah, bukan di Tanuwijaya Mansion. Namun sudah pasti, hubungan Aji dan Jeremy kini membaik, seiring dengan Helen yang menjembatani keduanya. Kini, Aji dan pacarnya selalu makan siang bersama Jeremy dan Helen, setidaknya seminggu sekali di hari Minggu.
Helen sudah melahirkan dengan selamat menggunakan metode operasi caesar. Bayi mereka laki-laki, dan diberi nama Henry James, kata Jeremy sih agar inisialnya HJ, sama seperti awal nama kedua orangtuanya.
Helen, Jeremy dan Henry juga sedang berada di Korea untuk baby moon. Agar bisa menghabiskan waktu berdua, mereka membawa dua nanny untuk menjaga Henry.
Kita kembali ke Gio, Hendra dan Aji.
Ketiganya baru selesai bekerja cukup larut malam itu, yaitu sama-sama baru selesai bekerja jam 10 malam waktu Korea.
Orang Korea memang gila kerja, jadi sampai jam 8 malam pun mereka masih bisa menjadwalkan meeting.
Hendra dan Aji tahu, kalau sedang di luar negeri, Gio pasti ada jadwal video call dengan Rere. Dan waktunya memang baru sempat di malam hari, karena harus menunggu si kembar tidur dulu.
Pekerjaan mereka yang selesai larut malam itu membuat video call Gio dan Rere juga jadi mundur.
Aji dan Hendra mendadak ingin mengganggu couple yang masih mesra biarpun sudah 9 tahun bersama ini.
"Lah kenapa dua kurcaci ini ikutan zoom?" Rere bertanya dari kamarnya di mansion Ranggatama.
"Nggak tahu nih, katanya iseng mau ribetin kita," jawab Gio.
"Emangnya adil, lo berdua mesra-mesraan lewat zoom ketika gue dan Aji sengsara?" Hendra bertanya dengan tengilnya.
"Masalahnya apa sih Ndra? Aji kan bisa aja VC sama Dania?"
"Dia udah tidur, Kak. Capek dia, abis syuting seharian," Aji merespon.
Dania memang diorbitkan di Indonesia oleh Tanuwijaya Agency, dan pengalamannya di Broadway langsung membuatnya terkenal dan mendapat tawaran main film.
"Nah, kalau Hendra? Emang nggak ada cewek yang mau VC sama lo? Nita gitu misalnya?"
Hendra langsung mengeluh, memegang kepala dengan stress.
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Say Never
RomansaRebecca adalah mahasiswi paling cerdas di kampus. Pemenang berbagai penghargaan, ketua angkatan, dan dijuluki kampus queen. Populer, cantik dan smart. Pacarnya ganteng, sahabatnya juga keren. Tapi dunianya runtuh ketika dia tahu pacarnya selingkuh...
