Aji bekerja keras selama kuliah di Chrysanthemum University. Memastikan nilainya rata-rata A, aktif di klub Drama, dan ikut sebanyak mungkin proyek yang dia bisa. Lebih-lebih lagi ketika dia tahu Helen diterima di Oxford Drama School dan sudah putus dengan Jeremy. Dia semakin menambah kegiatannya.
Jadi Ketua Drama Club, sama seperti Helen dulu. Membuat beberapa film pendek. Membuat skenario film dan drama. Bahkan belajar lebih giat tentang persiapan di balik layar pementasan drama dan syuting film.
Aji menjadikan diterima di Oxford Drama School tujuan hidupnya selama hampir dua tahun.
Tak heran sebetulnya dia diterima. Dia menang lomba sutradara film pendek level universitas se-Indonesia, serta skenario buatannya diangkat jadi film. Dia ikut lomba dengan nama pena, jadi jelas, bukan nama Tanuwijaya yang membuatnya menang.
Sineas film dan teater mulai mengenal nama Aji Saka Tanuwijaya, mahasiswa ambisius yang sangat ingin melanjutkan studi ke Oxford Drama School.
Sesaat sebelum dia berangkat kuliah ke UK, dia menang audisi sebuah film berbobot. Dia memilih melepasnya untuk bisa kuliah di Oxford.
******************************************
Aji tak membenci Jeremy.
Itu dia tahu dengan pasti.
Tapi apa dia menyayangi kakaknya? Dia juga tak tahu pasti.
Dia dan Jeremy memang sederhananya sangat berbeda. Yang Aji suka, Jeremy tak suka. Yang Jeremy gemari, Aji tak suka. Sejak kecil, mereka tak tertarik bermain bersama, karena memang begitu adanya.
Aji tahu, mereka berdua sebetulnya hanya dua orang manusia kesepian yang kebetulan berstatus kakak dan adik.
Dua anak produk orangtua yang tak akur, yang tak pernah berusaha jadi orangtua yang baik, yang nyaris ditelantarkan sepenuhnya oleh orangtua sendiri.
Orangtua mereka menikah karena kekhilafan. Jeremy lahir karena hasil satu malam yang berakhir dengan Mama mereka hamil.
Dari kalangan terkaya se-Indonesia, tentunya mereka memilih menikah daripada menanggung malu.
Mama bercerita, dulu dia sempat berencana ingin menggugurkan Jeremy. Tapi ketika dia tiba di klinik untuk melakukan itu, dia tak sanggup.
Karena itulah Jeremy ada.
Setelah Jeremy lahir dan mereka rawat bersama, sang Mama mulai mencintai Papa mereka. Karena itu Aji bisa lahir ke dunia dengan usia terpaut hanya dua tahun dari kakaknya.
Namun Papa mereka lalu selingkuh.
Dan hal itu dia lakukan berkali-kali.
Sejak itu, Jeremy dan Aji tak pernah mengalami yang namanya menghabiskan waktu berempat.
Entah kenapa mereka tak pernah bercerai.
Mungkin seharusnya mereka bercerai sejak dulu.
Mungkin semua akan jadi lebih baik.
Tapi tidak.
Mama mereka mencintai Papa. Sehingga Mama tak mau bercerai.
Ya begitulah. Mama sering menangis setiap mendengar Papa berselingkuh dengan orang baru.
Papa mereka tak bisa berhenti, dan memberi mereka hanya satu hal yang dia pahami dan bisa berikan.
Uang.
Jeremy dan Aji yang sejak kecil selalu berada di rumah yang dingin, tertarik bagai disedot magnet dengan keluarga Ranggatama, tetangga mereka sejak kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Say Never
RomanceRebecca adalah mahasiswi paling cerdas di kampus. Pemenang berbagai penghargaan, ketua angkatan, dan dijuluki kampus queen. Populer, cantik dan smart. Pacarnya ganteng, sahabatnya juga keren. Tapi dunianya runtuh ketika dia tahu pacarnya selingkuh...
