Rere terbangun jam 6 pagi, meraih ke sebelah, dan kaget karena sisi sebelahnya di ranjang kosong.
"Gio?"
Dia mencari ke kamar mandi, tapi Gio tak ada.
Diceknya whatsappnya.
G: Sayang, aku ke Jeremy sebentar. Nanti aku balik buat sarapan.
R: pagi banget ke Jeremy?
G: ada urusan penting. I'll be back soon.
Setelah membasuh wajah dan mengikat rambutnya, Rere ke kamar si kembar. Dia melihat Gwen sedang mengetuk-ngetuk kamar Helen.
Richie yang melihat Rere mendekat bertanya dengan agak panik, "Nda, Aunty Lily's not answering. You think she's ill?"
Rere heran.
Biasanya Helen langsung bangun kalau dicari si kembar.
"Is it locked? Try the door."
Gwen membuka pintu.
Kamarnya kosong.
Ketiganya masuk ke kamar dengan kebingungan. Kamar Helen memang setiap hari dirapikan ART. Tapi mereka tak tahu ke mana Helen sekarang.
"Aunty Lily?" Gwen memanggil.
Richie sudah berlari ke kamar mandi, membuka pintu. Auntynya tak ada.
"Where is she?" Richie bertanya.
Kedua keponakannya tahu auntynya ada penyakit jantung. Setahu mereka, aunty mereka tak akan menghilang di pagi hari tanpa memberi kabar, kecuali buru-buru ke RS karena dadanya sakit.
"Nda, where's my aunty?" Gwen bertanya, nadanya panik, air mata sudah menggenang.
"Wait, calm down. Nda will call her, ok?"
Rere menelepon Helen.
"Len? Di mana? Kembar nyariin nih, udah pada panik karena nggak lihat kamu."
"A--aku......ada di rumah Jeremy."
"Hah??? Sepagi ini???"
"Is she in the hospital???" Richie bertanya.
"What's wrong???" Gwen sudah mulai menangis.
"Gwen udah nangis nih. Kamu--"
"Bilang kembar Helen ada di rumah temannya. Lagi staycation," Gio yang tiba-tiba bicara. "Bilang Helen baik-baik aja."
"Aunty Lily is having a staycation with her friend," Rere bilang pada si kembar.
"I wanna talk to her. I won't believe it if I don't hear her voice!" Gwen menuntut.
"Gwen mau ngomong sama Helen nih."
"Iya aku kasih ke dia. Kalo mami-papi nyariin, kamu bilang Helen lagi staycation sama temennya ya?"
".......jadi dia semalam ada di situ?" Rere bertanya, sudah memahami keadaan. "Seriously?"
"I WANT MY AUNTY!" Gwen menjerit.
"Eh, Gwen, bagus gitu teriak sama Nda?" Rere langsung menegur.
"I'm sorry.....I just.....I want my aunty Lily......"
"Kasih ke Helen, Gwen mau ngomong. Udah nangis nih."
Gio mengembalikan hp Helen.
"Hi, Baby Gwen."
"Aunty? Are you at the hospital???"
"No, no. I'm with my friend. I'm having a staycation."
"And you're ok?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Say Never
RomanceRebecca adalah mahasiswi paling cerdas di kampus. Pemenang berbagai penghargaan, ketua angkatan, dan dijuluki kampus queen. Populer, cantik dan smart. Pacarnya ganteng, sahabatnya juga keren. Tapi dunianya runtuh ketika dia tahu pacarnya selingkuh...
