Author's Note:
Ending macam apa yang besoknya udah ada lanjutannyaaaa?
Ending buatanku, wkkkk.
Kita akan menemani Jeremy mencari jodoh yaaa.
Ditambah kehidupan Gio dan Rere dengan Gwen dan Richie.
Bakal ada time jump dan maju mundur timenya.
Jangan bingung. Pokoknya baca aja yang teliti author's noteku, okeh?
**********************************
TUJUH TAHUN KEMUDIAN
"Look, that's VC Uncle!!!" Gwen berteriak, melihat Jeremy di bagian kedatangan.
Mereka sedang berada di area kedatangan Terminal 3 Soekarno-Hatta, dan Jeremy memang sudah berjanji akan menjemput mereka.
Selama tujuh tahun, Jeremy tak pernah ke UK, tapi dia hampir setiap hari berbicara dengan si kembar lewat video call. Karena itu Jeremy dipanggil oleh si kembar VC Uncle.
Gwen melesat berlari.
"GWEN, HATI-HATI!!!" Rere berteriak.
Seorang bule berjalan kencang dengan membawa trolley bersama dua koper besar, asyik ngobrol dengan orang di sebelahnya, hampir menabrak Gwen.
Richie berlari kencang, mendorong Gwen ke samping, memegangi tangannya, sebelum melabrak orang bule itu. "OI, WATCH WHERE YOU'RE GOING!!! YOU NEARLY HIT MY SISTER!!!"
Si bule terperangah, kaget dimarahi anak kecil.
"I'm sorry."
Bule itu dan temannya pergi, biarpun Richie masih mendelik ke arah punggung mereka.
Gio, Rere dan Jeremy kalah cepat bereaksi.
"Gwen, you ok?" tanya Gio, tergopoh-gopoh, menunduk untuk memastikan tak ada luka di tubuh Gwen.
"I'm ok. Nda looks like she's going to pass out."
Ya, Rere sudah pucat, berusaha menarik napas panjang dan menghembuskannya lagi.
"Gwen, Gwen. Makanya hati-hatilah kamu itu. Kok main lari kayak gitu. Mau copot jantung Nda rasanya."
Jeremy mendekati keluarga kecil itu sambil nyengir lebar.
"Never a day without drama, huh?"
"Never," Gio mengiyakan dengan lelah. "Say hello nicely, Kids."
"Hi, VC Uncle!" Gwen memeluk Jeremy. Jeremy balas memeluknya erat.
"Call his name nicely like Nda already told you," Rere mengingatkan.
"Hi, Uncle J!"
"His name is Jeremy!" Rere mendesis.
"Hahahah. Udah, biarin aja. Gue asyik-asyik aja kok, mereka manggil gue apapun."
"Tapi kan nggak sopan--"
"Mana nih jagoannya Uncle J? Sombong banget? Nggak mau peluk?"
Richie yang masih kesal dengan bule tadi, akhirnya ikut memeluk Jeremy.
"You're gonna buy me es doger, right?"
"Of course!"
"We stay at your house tonight, ya?" tanya Gwen.
"Heh! Nda udah bilang, kaliah harus ketemu Grammy sama Grampa dulu!"
"Then stay at Uncle J's house?" tanya Gwen penuh harap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Say Never
CintaRebecca adalah mahasiswi paling cerdas di kampus. Pemenang berbagai penghargaan, ketua angkatan, dan dijuluki kampus queen. Populer, cantik dan smart. Pacarnya ganteng, sahabatnya juga keren. Tapi dunianya runtuh ketika dia tahu pacarnya selingkuh...
