Author's Note:
Ini alternative beginning ya. Mau nggak dibaca juga nggak apa-apa.
Kita kembali ke malam Rere pulang dari Cambridge setelah lomba proposal bisnis internasional yang dimenangkannya.
Sangat bersemangat untuk menunjukkan piala pada pacarnya, yang ditemukannya adalah Stephen sedang have sex dengan Felicia, sahabatnya sendiri.
Nah, masih ingat kan Insert Chapter 102, kalau Gio ternyata ngefans Rere sejak awal kuliah?
Jadi dari situ ceritanya kita sambung ke chapter 104 ini.
Boleh salahkan penampilan Jeno di sini sampai chapter ini bisa ada. Jeno dengan kacamata hitam dan jaket kulit di sini itu sangat Gio banget.
**********************************
Jam 10 malam, Rere di perjalanan ke apartemen Stephen, pacarnya selama dua tahun, sangat bersemangat untuk menunjukkan piala lomba bergengsi yang dimenangkannya bersama teman-temannya.
Jam 11 malam, jantung Rere rasanya pecah saat melihat Stephen dan Felicia, sahabatnya sendiri, sedang have sex dengan liar di ranjang Stephen.
Setelah menghajar Stephen dengan kursi kayu, Rere mengupload video yang sempat direkamnya ke Instagram storynya, agar semua orang tahu betapa busuknya mereka.
Dia tak punya rasa kasihan lagi, karena mereka tak punya rasa kasihan sedikit pun untuknya.
Terbelah sakit hati, jam 12 malam, Rere kembali ke apartemennya yang dihuni bersama tiga temannya, lalu menangis hingga seluruh tenaganya terasa habis.
Teman-temannya semua pulang ke rumah orangtua masing-masing, merayakan kemenangan mereka dengan keluarga tersayang.
Jadi, ketika rasa murka di dalam diri Rere semakin meningkat bagai bara api, tak ada yang menenangkannya atau membantunya untuk tetap waras.
Ketika kita patah hati, harusnya kita berdiam diri di rumah, untuk menghindari melakukan hal memalukan, salah atau bodoh.
Atau mungkin ketiganya.
Tidak dengan Rere malam itu.
Dia mandi, memakai pakaian paling terbuka yang dimilikinya. memakai high heels dan makeup yang menantang, lalu pergi ke club paling berbahaya yang diketahuinya.
Club itu biasanya dia hindari. Kenapa? Karena penuh dengan orang-orang yang ke sana untuk mencari pasangan di ranjang, jual-beli narkoba, berjudi atau menonton stripper menari.
Rere pernah ke club sebelumnya, tapi selalu bersama Stephen atau teman-temannya, sehingga dia aman dari jangkauan hal-hal negatif. Minumnya saja hanya jus apel, agar terlihat seperti sedang minum champagne, karena warnanya mirip.
Malam itu, jam 1 malam, Rere, yang sedang berada di puncak muaknya pada dunia, masuk ke Drayton Club.
**********************************
Hendra dan Jeremy sudah pergi dengan gandengan mereka malam itu. Tersisa Gio sendiri.
Dia ada pasangan, menunggunya di sudut lain, di table yang dibukanya dua jam lalu.
Dia sudah berdansa, berciuman, dan meraba cewek itu. Namun entah kenapa, dia masih belum ingin ke hotel atau ke apartemennya dengan cewek itu. Malas saja. Dia pun tak bisa menjelaskan kenapa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Say Never
RomanceRebecca adalah mahasiswi paling cerdas di kampus. Pemenang berbagai penghargaan, ketua angkatan, dan dijuluki kampus queen. Populer, cantik dan smart. Pacarnya ganteng, sahabatnya juga keren. Tapi dunianya runtuh ketika dia tahu pacarnya selingkuh...
