I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid
I have loved you for a thousand years
I'd love you for a thousand more
- A Thousand Years by Christina Perri -
**********************************
Hari yang Jeremy pikir hanya akan bisa berada di mimpinya benar-benar datang.
Melihat Helen memakai gaun kebaya putih dan gaun pengantin untuknya.
Mengucap akad nikah untuk meminang Helen.
Resmi jadi suami pujaannya.
Bahkan berpelukan dengan Aji yang datang jauh-jauh dari New York untuk menghadiri pernikahannya.
Semua yang dulu bahkan tak berani Jeremy impikan, kini terjadi. Nyata. Bukan mimpi atau angan. Bukan imajinasi.
**********************************
Berkat ancaman dan paksaan Kinara, Aji sampai di Jakarta dengan pacarnya, Dania, sehari sebelum hari pernikahan Jeremy dan Helen.
Kinara ada di mansion Jeremy, setelah memanggil semua teman-teman kuliahnya yang bisa dikumpulkan.
Ada Wina, Nita, Reinhart dan Chandra.
Hendra sendiri ada di mansion Ranggatama karena Gio memintanya datang untuk membantu.
Saat Aji dan Dania sampai di Tanuwijaya Mansion, Kinara sedang mengecek ulang 10 keranjang seserahan yang akan diserahkan ke Helen dan keluarganya keesokan harinya.
Jeremy yang sedang merasa sangat gugup untuk hari besarnya besok, duduk diam saja di sofa, di ruang duduk yang paling besar di rumah itu.
Ketika Aji masuk, tak banyak yang sadar akan kehadirannya.
Tapi dia lalu menyapa, "Hai, Bang."
Jeremy bangkit berdiri.
"Ji? Lo pulang?" Jeremy menghampiri.
Kedua kakak-beradik itu saling memandang. Ada yang berubah.
Aji melihat laki-laki yang sudah ditinggalkannya enam tahun.
Abang yang menemani orangtua mereka di tahun-tahun terakhir hidup mereka. Abang yang memakamkan kedua orangtua mereka. Abang yang masih selalu setia mengirim profit dari semua perusahaan di bawah Tanuwijaya Company ke rekening Aji setiap bulannya.
Dulu, Aji banyak iri dan dengki pada kakaknya.
Namun kini, dia harus mengakui, Jeremy sebetulnya orang yang lebih baik dari dirinya. Jeremy-lah yang teguh berdiri di mana dia seharusnya berada, menjaga usaha keluarga mereka, menjaga rumah mereka, dan menjaga nama keluarga mereka.
Walau badai tak henti menerpa, Jeremy tak pernah lari.
Walau tak pernah ada yang berterima kasih padanya, Jeremy tak gentar.
Karena semua ini, Aji bisa tersenyum tulus pada kakaknya, lalu memeluknya.
Jeremy agak kaget.
Pelukan bukan sesuatu yang biasa di antara keduanya.
Mereka hanya pernah berpelukan saat Aji datang ke pemakaman orangtua mereka.
Aji tak bicara sejenak, menepuk-nepuk punggung Jeremy. Sesuatu yang dibalas Jeremy dengan gerakan yang sama. Canggung sekali.
Saat Aji mundur, dia menggandeng Dania.
"Kenalin, Bang, ini Dania, cewek gue. Nia, ini Bang Jeremy."
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Say Never
RomansaRebecca adalah mahasiswi paling cerdas di kampus. Pemenang berbagai penghargaan, ketua angkatan, dan dijuluki kampus queen. Populer, cantik dan smart. Pacarnya ganteng, sahabatnya juga keren. Tapi dunianya runtuh ketika dia tahu pacarnya selingkuh...
