Author's Note:
Sekali lagi, ini alternative beginning ya. Kita kembali ke awal cerita ini.
Nggak mengganggu yang udah ada, cuma sedikit beda aja.
Not for minors ya. Yang di bawah 18 tahun dilarang baca.
Di KK 4,500 kata, di WP 2,800 kata.
**********************************
How do you love, they ask
And I answer
By burning myself entirely
To ashes
Hoping to be reborn
Knowing only you
**********************************
Rere tak membalas ciuman Gio yang terasa seperti desperate. Melahap, merampas dan menenggelamkannya.
Ada sesuatu yang salah. Sesuatu yang membuat Rere bingung.
Kenapa Gio.......menciumnya seolah dia memang sudah lama menginginkan ini?
Saat Gio mundur untuk bernapas, dia melihat mata Rere yang kebingungan itu.
"Who do you think about, when I kiss you and you close your eyes?"
Rere mengerjapkan mata. Otaknya sedang terlalu berkabut untuk diajak bicara dengan bahasa Inggris.
"Ap--apa?"
"Waktu gue nyium lo, siapa yang ada di kepala lo? Gue, apa Stephen?"
Bukannya menjawab, Rere malah menelan ludah. Bukan apa-apa, untuk bernapas saja rasanya dia sedang butuh usaha ekstra.
"Pikirin gue aja. Jangan mantan lo," pinta Gio, mendorong Rere ke dinding, dengan tangan di belakang kepala Rere, mencegahnya terluka.
Mereka berdiri berhadapan sesaat, saling memandang, sebelum Gio memiringkan kepalanya dan menunduk, menarik dagu Rere ke atas, sebelum memagut bibirnya lagi, mengerang dalam gairah yang meroket hingga tak bisa dimengerti lagi.
**********************************
Rere tercekat, membuat Gio berhenti.
"Lo cantik banget. Bikin gue gila."
**********************************
"Fuck," Gio mengumpat. "Bego banget mantan lo. Cewek kayak lo dilepas."
**********************************
"Kamar lo yang mana?"
Rere menoleh ke arah kamar paling ujung. Gio menggendongnya seolah dia hanya seberat anak kecil, membuat kakinya otomatis melingkar di pinggang Gio agar dia tak jatuh.
Gio menciumnya lagi, membawanya ke kamarnya, lalu membaringkannya di ranjang.
**********************************
Tanpa mengatakan apapun, dia membuka singlet putihnya, melemparnya ke lantai.
"Cewek kayak gini diselingkuhin. Goblok banget mantan lo."
Gio merasa sanggup melahap tubuh indah itu semalaman. Rere wangi, wangi jeruk dan melati, membuatnya betah menghirup.
**********************************
"Gio......."
Tanpa dijelaskan, Rere tahu, diamnya Gio kali ini adalah benar-benar diamnya seorang predator yang sudah tak sabar melahap mangsanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Say Never
RomanceRebecca adalah mahasiswi paling cerdas di kampus. Pemenang berbagai penghargaan, ketua angkatan, dan dijuluki kampus queen. Populer, cantik dan smart. Pacarnya ganteng, sahabatnya juga keren. Tapi dunianya runtuh ketika dia tahu pacarnya selingkuh...
