Author's Note:
PERHATIAN
Chapter ini alurnya maju ke thesis defense terus mundur ya. Semoga nggak bingung bacanya.
************************************
Di term kedua di Oxford, peringkat Rere masih peringkat 1. Di term ketiga atau terakhirnya, peringkat Rere turun ke peringkat tiga.
Term ketiganya di Oxford betul-betul penuh perjuangan.
Masih sering sakit kepala dan mual, karena bersamaan dengan trimester kedua kehamilannya. Rere hanya berharap lulus saja. Dia berusaha sekuat tenaga untuk semua kuliahnya, juga untuk tesisnya.
Thesis defensenya dijalani dengan pergi ke Dr. Stevie dulu, minta suntikan anti muntah.
Thesis defense itu ditonton Gio, Helen, Chieko dan Isabelle, juga teman-teman sekelas Rere, yang menyaksikan bagaimana bumil muda itu berjuang untuk menyelesaikan master degreenya.
Dia berhasil dengan baik, dengan perut yang sudah buncit dan wajah pucat walau sudah memakai makeup.
Para dosen penguji dan teman-teman sekelasnya memujinya.
Gio dan Helen memeluknya dengan bangga setelah selesai.
Sungguh, Rere juga merasa lega.
Tujuannya hanya satu, dia ingin banyak beristirahat di rumah.
Selama 6 bulan pertama kehamilannya, Rere betul-betul sakit setiap hari. Setiap hari muntah-muntah dan sakit kepala.
Jangankan mengidam makanan eksotis yang susah dicari, bisa makan lima suap saja dia sudah dipuji-puji hebat oleh Gio.
Dia sudah berubah. Memang, dia akui itu.
Perasaannya pada Gio sudah berganti jadi cinta yang sesungguhnya. Rere sering malu sendiri dengan perasaanya, tapi yah, dia kan jatuh cinta dengan suaminya sendiri, jadi buat apa malu?
Kehamilannya juga merupakan petualangan tersendiri.
Dia bahagia sekali sejak kembarnya mulai sering bergerak di perut. Sejak kehamilan bulan kelima, bersamaan dengan mulai bisa makan dan muntah yang frekuensinya berkurang, berat badannya mulai naik.
Tapi tidak drastis.
Hanya sekitar 5 kg.
Di bulan keenam dia baru bisa mulai makan dengan baik, dan mual semakin berkurang.
Di bulan itu, beratnya naik lagi jadi total sudah naik 10 kg.
Bersamaan dengan tubuhnya yang semakin sehat, rasa cintanya pada suaminya juga semakin bertambah.
************************************
Evolusi isi chat Rere dan Gio kira-kira seperti ini.
Kehamilan bulan kedua, ketika Rere baru mengalami sakit kepala hebat setiap harinya:
G: kamu udah di rumah? Gimana tadi di kampus? Tetep pusing?
R: pusing banget sampai mau nangis. Udah di rumah, udah rebahan lagi.
G: Udah makan?
R: udah.
G: coba tidur, Re.
R: ini juga mau. Badanku kayak baru enakan kalo aku rebahan terus merem.
G: ya udah stop dulu lihat hpnya.
R: terus aku cerita ke siapa?
G: cerita sama aku lagi kalo udah bangun tidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Say Never
DragosteRebecca adalah mahasiswi paling cerdas di kampus. Pemenang berbagai penghargaan, ketua angkatan, dan dijuluki kampus queen. Populer, cantik dan smart. Pacarnya ganteng, sahabatnya juga keren. Tapi dunianya runtuh ketika dia tahu pacarnya selingkuh...
