Author's Note:
Ini safe version ya, aku cut 800 kata. Di KK 2,000 kata, di sini 1,200.
Link KK dan Tellonymku kutaruh di kolom komentar yaaa.
**********************************
Sungguh, kalau ini mimpi, Jeremy tak ingin bangun.
Dia sedang berada di atas tubuh Helen. Helen Ranggatama, satu-satunya perempuan yang bisa mengisi hatinya. Helen yang tiba-tiba bilang ingin bersamanya, lalu menyerahkan diri.
Dia sudah berusaha untuk tak tergoda. Dia sudah menolak.
Tapi Helen memaksa.
Dia merayu dengan menanggalkan pakaiannya, menciumnya, dan mengatakan tak akan pernah meninggalkannya lagi.
Dan Jeremy kalah, larut, dan runtuh.
Bagaimana bisa, dia dirayu semudah itu?
Helen menghempasnya saat dia tak ingin diganggu mencapai mimpinya, dan menariknya kembali begitu saja ketika dia merasa waktunya sudah cocok dengan dirinya.
Harusnya Jeremy marah.
Harusnya dia menolak.
Harusnya dia menuntut lebih, menjelaskan betapa dia yang paling banyak menderita selama ini.
Namun dia tak sanggup.
Harga dirinya luntur jadi air di depan Helen.
Mau dikata apa lagi, Helen memang pemiliknya. Pemilik hati, tubuh dan pikirannya.
Dia bisa mengendalikan Jeremy semudah seorang tuan mengatur budaknya.
Bukannya melawan, Jeremy akan bersujud, lalu mencium kakinya.
Siapa yang bisa dibohonginya?
Kenyataannya, kalau Helen menikamnya, saat sekarat, dia akan memohon maaf karena sudah berani mengotori kemeja perempuan itu dengan darahnya.
Segila itu dia untuk seorang Helen.
**********************************
"This doesn't feel real," dia berkata sambil memandang wajah Helen. "I'm gonna hate the whole world if this is just a dream."
Helen menarik wajah Jeremy turun, lalu mencium bibirnya sepenuh hati, membuat Jeremy mengerang, dan balas menciumnya dengan sepenuh jiwa.
**********************************
"What do you really feel about me?" dia bertanya.
"I love you....." Helen berbisik.
Kata-kata yang manis, yang Jeremy kira hanya bisa didengarnya di dalam mimpi.
"Have you ever thought of me? All these years, Helen, did you think of me?"
"I think about you a lot......Who's with you, who's making you happy, who's filling my place......."
Ungkapan hati di ranjang ini membuat suasana semakin panas, tapi juga indah di saat yang sama.
"Why did you never find me? Kamu nggak pernah bilang apa-apa.....Aku sakit di sini sendiri......"
"Aku nunggu kamu cari aku," Helen menertawakan dirinya sendiri, "Dan kamu nggak pernah datang lagi......aku pikir kamu udah nggak butuh aku......"
"Nggak pernah ada Jeremy yang nggak butuh Helen. Harusnya kamu tahu itu."
"Aku takut malu. Aku takut kamu tolak."
"Aku nggak akan pernah bisa nolak kamu. Harusnya kamu tahu......" Jeremy membantah dengan nada sesal di suaranya, "Aku nggak pernah berubah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Say Never
RomanceRebecca adalah mahasiswi paling cerdas di kampus. Pemenang berbagai penghargaan, ketua angkatan, dan dijuluki kampus queen. Populer, cantik dan smart. Pacarnya ganteng, sahabatnya juga keren. Tapi dunianya runtuh ketika dia tahu pacarnya selingkuh...
