Author's Note:
2 March 2025:
Chapter ini udah diup di KK seminggu yang lalu. I'm so grateful to all of you yang udah beli early accessnya.
Mulai sekarang, semua storiesku yang viewsnya udah di atas 1,000 bakal kupost dengan sistem ini ya. Early access dulu di KK, setelah itu release full for free di WP. Selama gak ada rated scenenya, bakal kurelease full for free seminggu kemudian.
More info on this can be read on the author's note at the end ya.
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi pembacaku yang muslim.
Semoga kita semua selalu sehat dan semangat untuk menjalani Ramadhan sebulan ini. Tentunya aku nggak akan release rated scene selama sebulan ya.
Ada sih yang bilang, release aja, nanti bacanya setelah buka, haha.
Idk. Kayaknya lagi inspired buat nulis Gio aja bulan ini, but we'll see.
Happy reading!
**********************************
Thank you for buying the KK post! I'm so grateful for your support.
Di ending ada author's note yang panjang juga.
Ini ceritanya Richie dan Gwen udah umur 12 ya, udah kelas 6 SD.
Biarpun ini KK post, nggak ada rated scene ya. Cuma buat yang mau segera baca dan cinta banget sama cerita ini aja.
**********************************
Waktu akan terasa melesat cepat bagai busur anak panah bila kau bahagia dan hidup bersama orang yang kau cintai.
Hal ini terjadi pada keluarga Giovanni Ranggatama. Gio hidup bersama Rere, istri yang sangat dicintainya, dan dua anak kembar yang sangat dia sayangi, Gwen dan Richie.
Mari kita tengok keadaan Gwen dan Richie saat ini.
Mereka telah berusia dua belas tahun, dan sama-sama berada di kelas 6 SD. Sebentar lagi akan ada Graduation Day di SD Krisan yang elit dan mewah itu.
Gwen, alias putri kesayangan Nda --biarpun hubungan mereka kadang bagai frenemies- sudah lima tahun jadi ketua kelas, dan dia masuk ke jajaran panitia Graduation Day SD mereka, tentunya bersama dengan Richie, yang untuk acara Graduation itu berperan jadi sekretaris Gwen.
Bahasa Indonesia mereka sudah lancar kini, namun bila berbicara berdua, mereka tetap senang berbahasa Inggris.
"Yaya told me we're going to start the prep course to be the CEO once we graduate elementary school," Gwen menginformasikan, sambil menonton kelas 6C berlatih di panggung untuk penampilan mereka.
"I'm not going to be the CEO. It's gonna be you. We've been through the same topic for ages."
"We both know that, but Yaya hasn't given up. You're his golden boy. He wants it to be you."
"I hate thinking about managing the company, and you love money so much. I wanna be a brain surgeon, you're gonna be the CEO."
"I know, but Yaya's heart gonna be so broken."
"Well, I can't help it, then."
"Just--be kind to him once all hell broke loose, 'kay? Yaya's always been so emotional, more than Nda ever could."
Richie menghela napas seolah dia kakek-kakek berusia 70 tahun, "Alright, I'll remember to be kind to Yaya once that--fight-- happens."
"It's gonna happen. Can't be long now."
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Say Never
Storie d'amoreRebecca adalah mahasiswi paling cerdas di kampus. Pemenang berbagai penghargaan, ketua angkatan, dan dijuluki kampus queen. Populer, cantik dan smart. Pacarnya ganteng, sahabatnya juga keren. Tapi dunianya runtuh ketika dia tahu pacarnya selingkuh...
