Author's Note:
Selamat Lebaran. Minal Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin semuanya.
Terima kasih karena sudah menemani aku berJenselle ria setahun belakangan.
Semoga kita bisa bersama lebih lama lagi yaaa.
Thank you for buying the early access.
Warning: aku nulisnya nangis nih, jadi mungkin banget yang baca juga ikut nangis.
**********************************
Staycation Gio dan Rere di penthouse hotel rival mereka berlangsung hot dan seru. Setelah kembali ke Jakarta, Gio memberi review profesional atas pelayanan hotel itu, yang dibalas owner hotel itu dengan tulus dan rasa berterima kasih yang nyata.
"Saya akan mengevaluasi semua feedback yang Pak Gio berikan agar hotel saya bisa lebih baik lagi. Apa boleh saya melakukan hal yang sama untuk Hotel Nirwana Medan?"
"Harus, malah, Pak. Saya tunggu, ya," jawab Gio tak lama kemudian.
Kali ini, Gio, Rere dan si kembar kembali ke Jakarta bersama Opa dan Oma Sofyan, karena mereka akan menghadiri graduation SD cucu mereka.
Gwen dan Richie pulang sore terus dari sekolah minggu itu, sibuk mempersiapkan performance graduation kelas mereka. Semua ini karena Gwen Ketua Kelas, dan dia ingin semua berlangsung baik dan sesuai rencana.
Graduation Day pun tiba.
Memang ini nepotisme. Keluarga lain hanya boleh datang dua orangtua saja, tapi Gwen dan Richie ditonton oleh orangtua mereka, Opa Oma Ranggatama dan Sofyan, juga ada Aunty Lily, Uncle J, dan sepupu mereka yang masih duduk di bangku TK, Henry.
Hanya si kembar yang ditonton 9 orang anggota keluarga. Yah, secara teknis, karena mereka kembar, sebetulnya boleh ada 4 anggota keluarga yang datang. 5 lainnya memang ekstra. Tapi apa mau dikata, namanya juga yang punya sekolah.
Tentunya kepala sekolah menyampaikan pidato di awal acara. Yang menarik untuk keluarga Ranggatama adalah tentunya pidato singkat setiap Ketua Kelas 6 sebelum performance kelas mereka dimulai.
Gwen Ketua Kelas 6A, jadi dia yang pidato pertama.
Berikut pidato Gwen yang ditulisnya sendiri, tentunya tanpa bantuan chatGPT sama sekali.
"Selamat pagi, para guru yang saya hormati, para orangtua, dan semua teman-teman yang hadir hari ini. Pagi ini kita merayakan kelulusan SD angkatan ke 27, sebuah hari penting yang sudah lama kita siapkan. Enam tahun yang lalu, saya dan saudara kembar saya, pindah dari Inggris untuk tinggal di Jakarta, mengikuti orangtua kami yang harus bekerja di perusahaan mereka di negeri ini.
Ada banyak hal yang harus saya dan Richie pelajari, karena tentunya banyak perbedaan dari Oxford, tempat kami tinggal dulu, dengan Jakarta. Tapi kini, ketika kami akan lulus, saya dapat mengatakan dengan yakin dan bangga, kalau saya dan Richie sangat bahagia bersekolah di sini, dan menjadi bagian dari SD Krisan.
Kami belajar tentang banyak hal, yang saya yakin akan membantu saya di masa depan, juga membantu semua teman-teman sekelas saya mencapai cita-cita kami. Jujur saja, ada sedikit rasa sedih karena kami akan berpisah dengan guru-guru kami di SD ini. Tapi kami tidak akan pergi jauh.
Untuk saya dan Richie, kami akan melanjutkan ke SMP Krisan. Kita akan jadi tetangga."
Di sini para orangtua dan guru-guru tertawa.
"SD Krisan menerima kami dengan tangan terbuka, dua anak kembar mirip bule yang dulu masih tidak terlalu paham bahasa Indonesia. Kami yakin, ini bukan karena kami cucu pemilik sekolah--"
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Say Never
Roman d'amourRebecca adalah mahasiswi paling cerdas di kampus. Pemenang berbagai penghargaan, ketua angkatan, dan dijuluki kampus queen. Populer, cantik dan smart. Pacarnya ganteng, sahabatnya juga keren. Tapi dunianya runtuh ketika dia tahu pacarnya selingkuh...
