Ica mau membawa Ken lebih dulu ke rumah sakit namun Ken menolak, akhirnya Ica membawanya ke markas untuk diperiksa. Kebetulan salah satu anggota tim Alpha mengerti tentang medis.
"Ken sudah tidur, dia hanya butuh istirahat, tenang saja, setelah bangun nanti pasti kondisinya sudah lebih baik." Jelas Carter setelah keluar dari kamar yang biasa dipakai Ken jika menginap di markas.
"Yah syukurlah kalau begitu."
"Selain itu Ica, kebetulan kamu datang ke markas, bigboss mencarimu."
Ica mengangguk, "terima kasih Car!"
"Anytime Angel!"
Ica melangkah masuk ke ruangan Thomas.
"Selamat siang agen Dove, saya sengaja memanggilmu untuk mendapatkan misi."
"Baik."
"Misi ini hanya dilakukan bersama partnermu, Eagle."
"Maaf bigboss, tapi saat ini Agen Eagle sedang kurang sehat jadi tidak bisa melaksanakan misi, dia butuh istirahat."
Thomas mengangguk paham, "sayang sekali," Thomas berpikir sejenak, "baiklah tidak apa, aku akan memilihkan satu pertner untukmu nanti diluar tim Alpha dan Delta, namun sebelumnya aku akan menjelaskan misi yang kamu terima."
.
.
"London?!!"
Carter mengangguk, Ken baru saja bangun dari tidur panjangnya yang hampir 6 jam dan menanyakan keberadaan Ica, namun Ica sudah pergi dari dua jam lalu.
"Dan dia berangkat sendirian?"
Carter kembali mengangguk.
"Bagaimana dengan orang tuanya? London bukan tempat yang dekat."
Carter menepuk pelan pundak Ken, "tenanglah Ken, bigboss sudah mengatur semuanya agar Ica bisa menjalankan misinya. Seharusnya kau yang menjadi partnernya namun Ica menolak karena kondisimu tadi."
"Kalau gitu biarkan aku menyusulnya." Ken akan beranjak namun ditahan oleh Carter.
"Tidak semudah itu Ken, sabarlah, kita bisa bicarakan lebih dulu pada bigboss."
Ica terbang ke London dengan pesawat khusus agen rahasia Thomas, waktu perjalanan lebih cepat dari yang seharusnya.
"Kau akan diantar ke markas utama, partnermu yang akan menemuimu saat kau tiba di sana, dia adalah Agen Silver dari tim Bravo, atau kau bisa memanggilnya Liam, dia akan menjelaskan lebih rinci misi yang aku berikan padamu."
Ica turun dari pesawat masih mengenakan pakaian seragamnya. Thomas mengatakan bahwa setiap keperluannya akan didapatkan nanti di markas utama. Soal orang tuanya, Thomas jugalah yang akan menangani, maka Ica hanya perlu fokus pada misinya.
"Angelica dari tim Delta?" Sapa seorang laki-laki yang Ica perkirakan seusia dengan Edward. Postur badan cukup tinggi, berkulit putih, rambut pirang, hidung mancung dan sorot mata cukup tajam. Laki-laki itu berjalan mendekati Ica.
"Yes i am, anda bisa memanggil saya Ica."
"Tidak perlu terlalu formal, panggil aku Liam atau Silver saat dalam tugas, dan kau pasti Dove."
Ica mengangguk.
"Ayo kita langsung ke markas, semua menunggu ketua tim Delta yang akan datang ke markas utama."
Ica kembali mengangguk dan mengikuti langkah Liam.
.
.
"Selamat datang Angelica! Perkenalkan aku Hannah kau juga bisa memanggilku Ruby! Aku tidak menyangka kalau ketua tim Delta seorang gadis muda yang sangat cantik sepertimu." Puji Hannah setibanya Liam dan Ica di markas.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dearest Enemy
Romance"Aku sudah sangat tidak menyukainya sejak kami masih memakai diapers!" -Angelica Wijaya- "Melihat wajah manisnya yang kesal karena ulahku, menjadi kesenangan sendiri untukku." -Kenneth Adhitama- -------------------------- Action - Romance
